Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Bahasa daerah Jayapura nyaris punah
  • Selasa, 14 November 2017 — 16:19
  • 758x views

Bahasa daerah Jayapura nyaris punah

Punahnya bahasa lokal Jayapura juga dipengaruhi oleh masuknya budaya dari luar.
Ilustrasi masyarakat Kota Jayapura - Jubi/IST
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kota Jayapura mengakui bahasa daerah di Kota Jayapura nyaris punah karena kekurangan penutur. Punahnya bahasa lokal Jayapura juga dipengaruhi oleh masuknya budaya dari luar.

"Sekarang anak-anak kita lebih suka belajar bahasa Inggris, Mandarin, dan berapa bahasa interkoneksi lainnya. Itu  yang menyebabkan bahasa ibu mereka sendiri terlupakan," kata Kepala Dinas PMK Kota Jayapura, Daniel Mano menjawab pertanyaan Jubi, Selasa (14/11/2017).

Ancaman bahasa lokal yang nyaris punah itu menjadi alasan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung berencana melakukan berbagai upaya agar bahasa ibu atau bahasa daerah bisa dipertahankan.

“Salah satunya dengan bertatap muka dengan para Onfoafi dan pemangku adat untuk bagaimana bahasa daerah tersebut bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Daniel menambahkan,  

Ia berharap bahasa lokal bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah atau interaksi sosial lain.  Degan harapan anak-anak sebagai generasi penerus terbiasa menggunakan bahasa daerah tersebut.

Koordinator pemetaan bahasa Balai Bahasa Papua dan Papua Barat, Yohanis Sanjoko membenarkan kondisi tersebut. Bahkan ia menyebutkan satu dari enam bahasa di Kota Jayapura terancam punah, yakni bahasa Kayu Pulo.

“Sedangkan yang berada di zona aman adalah bahasa Tobati, Nafri, Skouw, Nyau, dan Eslang,” kata Sanjoko.

Ia menyebutkan upaya menakar apakah bahasa daerah masih kuat atau ternacam punah melalui beberapa hal yang menjadi bahan untuk dijadikan evaluasi.

“Di antaranya faktor transmisi, jumlah penutur, proporsi penutur, peralihan, respon bahasa, ketersediaan bahan ajar,” kata Sanjoko menjelaskan.

Selain itu ia menilai  sikap pemerihtah, sikap masyarakat pemilik bahasa, jumlah, dan kualitas dokumen sangat penting mempertahankan bahasa lokal. (*)

loading...

Sebelumnya

CRC mengajak dan memanjakan publik Papua berliterasi

Selanjutnya

Pemuda untuk demokrasi tanpa kekerasan dibentuk

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe