Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Sebanyak 32 OAP di kampung Ngguti Bob buka lahan sawah 43 hektar
  • Selasa, 14 November 2017 — 17:05
  • 1192x views

Sebanyak 32 OAP di kampung Ngguti Bob buka lahan sawah 43 hektar

Sebanyak 32 orang asli Papua (OAP) di kampung Ngguti Bob, distrik Tanah Miring, kabupaten Merauke yang tergabung dalam Kelompok Tani Nukianan membuka lahan pertanian seluas 43 hektar. Sebagian lahan telah ditanami padi dan sisanya sedang dalam proses penanaman.
Beberapa masyarakat pemilik ulayat sedang foto bersama Kepala Pelaksana Cetak Sawah 2017, Kolonel (CZI) Suradi – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Sebanyak 32 orang asli Papua (OAP) di kampung Ngguti Bob, distrik Tanah Miring, kabupaten Merauke yang tergabung dalam Kelompok Tani Nukianan membuka lahan pertanian seluas 43 hektar. Sebagian lahan telah ditanami padi dan sisanya sedang dalam proses penanaman.

Demikian disampaikan Ketua Kelompok Tani Nukianan, Yohanes Kandaimu, kepada sejumlah wartawan, Selasa (14/11/2017).

Dikatakan, dari 32 kepala keluarga itu, masing-masing memiliki lahan antara 3 hingga 4 hektar. 

“Kami merasa terbantu dengan pendampingan melekat dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” ujarnya.

Selama ini, lanjut dia, PPL selalu memberikan bimbingan sekaligus motivasi agar memanfaatkan lahan yang telah dibuka pemerintah untuk menanam padi.

“Terus terang, kami masih terus belajar menanam dan merawat padi, meskipun sudah menggeluti sejak beberapa tahun silam. Saat datang musim tanam, kami selalu minta petunjuk dari PPL,” ungkapnya.

Dikatakan, salah satu persoalan yang dihadapi adalah ancaman hama wereng yang menyerang tanaman padi menjelang musim panen.

“Itu sering terjadi. Akibatnya, hasil panen tak sesuai harapan. Namun demikian, petani setempat tidak putus asa,” tuturnya.

Kepala Kampung Ngguti Bob, Rosidin, mengaku pihaknya ikut  mendorong masyarakat lokal agar membuka lahan pertanian. Selama ini mereka menanam berpindah-pindah. Pola seperti itu mulai diubah dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami juga terus memberikan pendampingan selama musim tanam datang. Secara umum, ada keinginan besar dari mereka mengola lahan pertanian dalam skala lebih luas,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Dana desa Rp 1,5 miliar di kampung Ngguti Bob belum cair

Selanjutnya

Kampung Ngguti Bob target bangun 168 rumah warga

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6252x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5831x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 4001x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe