Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Krisis kesehatan, Pastor John : Dinkes harus ubah pola pelayanan
  • Rabu, 14 November 2017 — 11:06
  • 1124x views

Krisis kesehatan, Pastor John : Dinkes harus ubah pola pelayanan

Saran itu terkait dengan kondisi layanan kesehatan di Papua selama ini dinilai tidak tepat.
Pastor John Jonga - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Pastor John Jonga menyarankan agar pola pelayanan kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan kabupaten maupun provinsi di Papua diubah. Saran itu terkait dengan kondisi layanan kesehatan di Papua selama ini dinilai tidak tepat.

"Banyak petugas medis yang ditempatkan di wilayah pegunungan Papua selalu lari dari tempat tugasnya. Mungkin pola itu yang harus dirubah," kata Pater John Jonga, saat menjawab pertanyaan Jubi, di Jayapura, Selasa (14/11/2017).

John Jonga yang juga pemerhati kesehatan di Papua itu, menyebutkan Dinas Kesehatan harus merekrut masyarakat wilayah setempat dilatih menjadi tenaga medis. “Sehingga petugas yang dilatih tersebut bisa melayani masyarakatnya sendiri,” kata John menjelaskan.

Meski hal itu diakui tidak mudah, tapi patut dicoba karena mengirimkan tenaga medis ke wilayah terpencil dengan anggaran yang dikeluarkan tinggi, namun justru petugas kesehatan lari dari tugasnya.

“Larinya petugas itu karena tidak didukung oleh sarana dan prasarana, akibatnya banyak masyarakatnya meninggal karena tidak ada pelayanan kesehatan," kata John, menambahkan.

Ia menyebutkan kasus Korowai, Mbua, dan Samenage yang terjadi kematian masal dalam waktu dekat, merupakan pelajaran bagi pemerintah menata ulang pelayanan kesehatan. Langkah itu dinilai penting agar masyarakat setempat menikmati pelayanan kesehatan secara maksimal.

Bupati Yahukimo Abock Busup, mengakui kematian warganya di wilayah Saminage akibat tidak ada petugas kesehatan di tempat. “Padahal Kepala Puskemas adalah anak asli Samenage,” kata Abock.

Menurut dia, kepala Puskesmas lama sudah diganti. “Pemerintah pun suplai obat-obatan ke Distrik Samenage," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Mahasiswa Lanny Jaya gelar pemilihan ketua asrama

Selanjutnya

Separuh penduduk Jayawijaya buang hajat tidak di jamban

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat