Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bali NTT
  3. Para petani tebus mesin traktor di pegadaian
  • Senin, 24 Oktober 2016 — 14:06
  • 2156x views

Para petani tebus mesin traktor di pegadaian

Para petani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat mulai menebus traktornya di kantor Pegadaian untuk digunakan membajak sawah sebelum ditanami padi.
Kantor pegadaian. --tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Mataram, Jubi - Para petani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat mulai menebus traktornya di kantor Pegadaian untuk digunakan membajak sawah sebelum ditanami padi.

Deputi Pimpinan Wilayah Bidang Bisnis PT Pegadaian Area Lombok I Ketut Winata, di Mataram, Senin (24/10/2016), mengatakan peningkatan transaksi tebus traktor terjadi di kantor cabang Pegadaian Sakra, Keruak, Selong dan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, serta kantor cabang Pegadaian Kopang dan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

"Ini siklus tahunan. Memasuki musim tanam padi, petani ramai-ramai menebus traktor yang dijadikan barang jaminan," katanya.

Ia mengatakan, traktor tersebut dijadikan sebagai barang jaminan oleh para petani untuk mendapatkan modal berusaha tani tembakau. Kredit yang diperoleh mulai dari Rp6 hingga 12 juta, tergantung kondisi traktor.

Pegadaian menerima permohonan kredit dengan jaminan traktor sebagai bentuk kontribusi dalam membantu petani menanam tembakau yang masih kesulitan mengakses permodalan di perbankan karena terkendala agunan dan belum memahami perbankan secara menyeluruh.

Para petani memperoleh kredit dari Pegadaian dengan bunga mulai dari 0,75 persen hingga 1,25 persen per 15 hari. Barang jaminan ditebus dalam batas waktu empat bulan, namun bisa diperpanjang lagi jika belum ada dana.

"Petani cukup tertarik dengan produk yang kami tawarkan. Buktinya, di satu kantor cabang jumlah traktor yang dijadikan barang jaminan bisa mencapai 150 unit," ujarnya.

Penebusan traktor, kata dia, menyebabkan menurunnya jumlah penyaluran kredit, terutama di sentra-sentra tembakau di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Misalnya, di kantor cabang Pegadaian Sakra, Kabupaten Lombok Timur, turun sebesar Rp15 miliar dari Rp50 miliar menjadi Rp35 miliar selama September 2016.

Winata memperkirakan peningkatan penyaluran kredit akan kembali terjadi memasuki musim tanam tembakau pada tahun 2017.

"Tapi untuk penyaluran kredit dengan barang jaminan logam mulia dan barang elektronik tetap stabil," ucapnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pengangguran di Bali meningkat 6,76 persen

Selanjutnya

Masyarakat harap pencemaran Laut Timor dibahas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat