Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Sejumlah pemuda Papua akan gelar seminar anti minol dan narkoba
  • Rabu, 15 November 2017 — 01:46
  • 769x views

Sejumlah pemuda Papua akan gelar seminar anti minol dan narkoba

"Pangdam juga rencananya menjadi pembicara, tapi kami belum memberikan undang. Rektor Uncen sudah bersedia memberikan materi pemberantasan minol dan narkoba. Praktisi hukum yang akan menjadi pemateri, Konstan Anasay," katanya, Selasa (14/11/2017).
Solidaritas Anti Miras dan Narkoba ketika menggelar demo di DPR Papua belum lama ini. - Jubi.Dok 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Pemuda dan masyarakat Papua yang tergabung dalam Solidaritas Anti Miras dan Narkoba, dalam waktu dekat akan menggelar seminar anti minuman beralkohol (minol) dan narkoba di Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura.

Koordinator Solidaritas Anti Miras dan Narkoba, Yulius Mabel mengatakan, seminar rencananya digelar, 20 November mendatang, namun tidak menutup kemungkinan ada perubahan.

Direncanakan pembicara yang hadir dalam seminar di antaranya gubernur Papua, wali kota Jayapura, bupati Jayapura, rektor Uncen, Kapolda, DPR Papua, ketua Dewan Adat Papua, tokoh perempuan, dan praktisi hukum.

"Pangdam juga rencananya menjadi pembicara, tapi kami belum memberikan undang. Rektor Uncen sudah bersedia memberikan materi pemberantasan minol dan narkoba. Praktisi hukum yang akan menjadi pemateri, Konstan Anasay," katanya, Selasa (14/11/2017).

Menurutnya, yang diharapkan dari seminar ini, generasi muda Papua dapat berkembang dan menjadi tuan di negerinya sendiri. SDM Papua yang selama ini masih minim, harus diperbaiki sehingga. Pihaknya meminta pengusaha miras dan para pemangku kepentingan jangan membiarkan minol masuk ke Papua. 

"Beberapa waktu lalu, wali kota Jayapura menyampaikan Pemprov Papua kalah dalam sidang di PTUN. Tapi yang harus dipahami, objek sengketanya terkait penyitaan minol milik pengusaha, itu yang digugat, dasar hukumnya tidak digugat," ujarnya.  

Katanya, usai seminar akan ada beberapa poin yang direkomendasikan untuk ditindaklanjuti para stakeholder di Papua, sehingga tidak ada alasan minol dan narkoba dilegalkan.

"Minol dan narkoba ini dipaksakan hadir di Papua untuk menghabiskan orang Papua. Ini bukan budaya kami orang asli Papua. Kami mohon pemprov, wali kota, para bupati di Papua, DPR Papua, DPRD kabupaten/kota dan para stakeholder, segera mencabut izin miras di Papua," katanya. 

Salah satu kepala suku masyarakat pegunungan tengah di Kota Jayapura, Isak Wenda ketika Solidaritas Anti Miras dan Narkoba menggelar demo di halaman DPR Papua belum lama ini mengatakan, mereka yang bertanggung jawab terhadap dampak yang diakibat minol adalah pihak yang mengeluarkan izin.

"Kalau di kota ada korban akibat miras, itu tanggung jawab wali kota, di kabupaten janggung jawab bupati," kata Isak Wenda ketika itu.

Menurutnya, ini bukan saja untuk menyelamatkan orang asli Papua, juga non Papua, karena selama ini bukan hanya orang asli Papua yang menjadi korban miras.

"Pendatang juga banyak mati. Dengan tidak adanya miras, kota ini, provinsi ini bisa aman, pembangunan dan program wali kota dan gubernur bisa jalan baik. Makanya kami dukung pemberantasan miras," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

FRI-WP tuding Freeport dan pemerintah akar konflik di Timika

Selanjutnya

Penembakan terjadi lagi di Tembagapura, seorang karyawan Freeport terluka

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe