Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Penembakan terjadi lagi di Tembagapura, seorang karyawan Freeport terluka
  • Rabu, 15 November 2017 — 01:36
  • 1360x views

Penembakan terjadi lagi di Tembagapura, seorang karyawan Freeport terluka

"Ketika itu anggota brimob Sumatera Barat yang diperbantukan melakukan pengamanan, mengawal karyawan menggunakan kendaraan patroli zona Tembagapura dari mile 68 menuju mile 72," kata Kombes (Pol) Kamal, Selasa (14/11/2017).
Ilustrasi - tempo.co
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Penembakan kembali terjadi di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua yang merupakan area PT Freeport Indonesia, Selasa (14/11/2017). Akibat penembakan itu, seorang karyawan PT Freeport Indonesia terluka di paha.

Kabidhumas Polda Papua, Kombes (Pol) A.M. Kamal mengatakan, penembakan terjadi di mile 69 sekira pukul 08.20 WP. 

"Ketika itu anggota brimob Sumatera Barat yang diperbantukan melakukan pengamanan, mengawal karyawan menggunakan kendaraan patroli zona Tembagapura dari mile 68 menuju mile 72," kata Kombes (Pol) Kamal, Selasa (14/11/2017).

Menurutnya, setibanya di mile 69, rombongan ditembaki sebanyak tiga kali oleh pihak yang diduga kelompok bersenjata.

"Anggota pengawalan membalas dengan tembakan rentetan, namun kendaraan pengawalan tetap jalan. Kurang lebih 50 meter kembali ditembaki dari arah depan hingga mengenai paha salah satu karyawan," ujarnya.

Katanya, personel brimob kembali melakukan tembakan balasan, dan pengawalan tetap dilakukan hingga di pos 69, kembali ditembaki yang dibalas oleh anggota brimob yang melaksanakan patroli.

"Sampai kini situasi aman terkendali. Langkah kepolisian, mengevakuasi korban yang tertembak RS Tembagapura. Kini satu regu anggota masih disiagakan di pos mile 69," katanya.

Rentetan penembakan di Tembagapura, terjadi sejak akhir Oktober 2017. 

Sebuah tim negosiasi dibentuk sejak 1 November 2017. Tim ini terdiri dari Pemerintah Provinsi Papua, Pemkab Mimika dan aparat keamanan (TNI/Polri).

Setelah rapat koordinasi yang diakhiri dengan pembentukan tim negosiasi Bupati Mimika, Eltinus Omaleng ketika itu mengatakan, tim ini bertugas melakukan pendekatan dan bernegosiasi dengan TPN-PB untuk menanyakan apa yang mereka inginkan.

Hal terpenting menurutnya ialah negosiasi untuk menghentikan aksi penembakan. Tim ini terdiri dari tokoh gereja, tokoh masyarakat dan kaum ibu.

Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan kalau yang diminta TPN-PB adalah pengakuan kemerdekaan Papua, itu tidak bisa dinegosiasikan dengan pemerintah daerah. Sebab hal tersebut adalah urusan negara.

Juru bicara Mabes Polri Setyo Wasisto mengatakan, hingga kini TNI-Polri di wilayah Tembagapura susah menemukan siapa yang memegang otoritas di dalam TPN-PB.

"Karena negosiasi harus sama yang punya otoritas," kata Setyo dikutip KBR. (*) 

loading...

Sebelumnya

Sejumlah pemuda Papua akan gelar seminar anti minol dan narkoba

Selanjutnya

DPR Papua sahkan tatib dan rolling komisi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe