Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Separuh penduduk Jayawijaya buang hajat tidak di jamban
  • Rabu, 15 November 2017 — 10:50
  • 1107x views

Separuh penduduk Jayawijaya buang hajat tidak di jamban

Separuh dari jumlah penduduk yang mendiami 40 distrik dan 328 kampung di kabupaten Jayawijaya, masih membuang hajat tidak di jamban sebab mereka belum memiliki jamban sehat.
Masyarakat di pedalaman Papua - Jubi
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi - Separuh dari jumlah penduduk yang mendiami 40 distrik dan 328 kampung di kabupaten Jayawijaya, masih membuang hajat tidak di jamban sebab mereka belum memiliki jamban sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, dr Willy, di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (15/11/2017), mengatakan sebagian besar masyarakat pengguna jamban sehat hanya berada di pusat ibu kota Jayawijaya.

"Kalau bicara ke perkotaan, melalui media massa mereka sudah baca sehingga mereka bisa memahami untuk penggunaan jamban sehat. Namun bagi masyarakat di daerah pinggiran sedikit susah, apalagi tingkat kesadaran membuat jamban sehat ini masih rendah," katanya.

Menurut Willy, Dinas Kesehatan  Jayawijaya akan melakukan pengecekan ke distrik-distrik untuk memastikan berapa jumlah keluarga yang sudah menggunakan jamban sehat dan yang belum.

"Sosialisasi tentang penggunaan jamban sehat sudah kita lakukan, misalnya di Wolo dan Bolakme, kebetulan ada tim Nusantara Sehat sehingga kita mendorong mereka membuat rencana kegiatan anggaran (RKA) termasuk jamban itu tercakup dengan rencana kegiatan yang puskesmas punya," katanya.

Menurut dia, jamban sehat merupakan satu kebutuhan dalam keluarga guna mewujudkan pola hidup sehat, sehingga jamban atau kakus harus dimiliki oleh masayrakat.

"Minimnya pendataan jamban dan sosialisasi itu juga karena tidak semua puskesmas memiliki petugas kesehatan keliling," katanya.

 Sebelumnya ia mengatakan bukan saja tenaga puskesmas keliling yang kurang, sebab Dinkes Jayawijaya juga masih membutuhkan tambahan tenaga dokter, farmasi, dan ahli gizi. (*)

loading...

Sebelumnya

Krisis kesehatan, Pastor John : Dinkes harus ubah pola pelayanan

Selanjutnya

SAMNP kunjungi asrama mahasiswa diskusikan bahaya miras dan narkoba

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe