Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Akademisi sebut pembangunan Papua harus berdampak ke masyarakat
  • Rabu, 15 November 2017 — 15:22
  • 892x views

Akademisi sebut pembangunan Papua harus berdampak ke masyarakat

Kompleksitas pembangunana di Papua menjadi harapan sekaligus tantangan bagi pemerintah.
Seminar pembangunan Papua, -Jubi/hengky
Hengky Yeimo
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi –Guru besar Universitas Cenderawasih Jayapura, Profesor Baltasar Kambuaya, menyatakan pembangunan Infrastruktur dan peningkatan SDM di Papua harus menyentuh peningkatan kesejahterahan, dan penurunan kemiskinanan. Ia menilai kompleksitas pembangunana di Papua menjadi harapan sekaligus tantangan bagi pemerintah.

“Walaupun banyak slogan yang diberikan kepada masyarkat Papua misalnya daerah tertinggal, IPM rendah dan sebagainya,” kata Baltasar Kambuaya dalam diskusi yang dihelat di Sasana Krida, Selasa (14/11/2017).

Ia menyebutkan pembangunan di Papua bagian program  Nawacita Presiden Jokowidodo, yang targetkanya mengenai  pertumbuhan ekonomi dan mengatasi masalah kemskinan. “Dengan cara meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia  dan daya saing,” kata Baltasar, menambahkan.

Baltasar  menyarankan kualitas pembangunan infrastruktur dan kualitas hidup di Papua harus dibangun dengan baik untuk mengejar otonomi khusus yang akan berakhir sembilan tahun lagi.

Staf Ahli Bidang, Pemerataan dan Kewilayahan, Bapenas, Taufik Hanafi, menyatakan rencana kerja pemerintah Provinsi PapuaTahun 2015 menjadi satu satunya program prioritas nasional.

“Tidak ada wilayah Sumatera tidak ada wilayah Jawa, Sulawesi. Papua sebagai prioritas nasional,” kata Taufik .

Ia menyebutkan banyak kemajuan yang telah dicapai, termasuk pertumbuhan ekonomi di atas rata rata nasional. Ia menyebutkan, pada tahun 2016 Papua menjadi satu satunya potensi take over kecepatan peningkatan IPM tercepat di Indonesia.

“Jadi peningkatan IPM 2016 berdasarkan data BPS ini tantangannya momentum ke depan dengan pertumbuhan ekonomi,” kata Taufik mejelaskan.

Menurut dia, pertumbuhan pendidikan, layanan kesehatan meningkat  termasuk angka kematian ibu mengalami penurunan. (*)

loading...

Sebelumnya

Pembangunan Papua dibedah lewat seminar dan lokakarya

Selanjutnya

Ini Tupoksi Kesbangpol sesuai UU nomor 23 tahun 2014

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6110x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5712x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3798x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe