Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Indikasi pemilih siluman di Jayawijaya mulai tercium
  • Rabu, 15 November 2017 — 17:23
  • 1052x views

Indikasi pemilih siluman di Jayawijaya mulai tercium

Indikasi itu dinilai menjadi peluang konflik Pilkada.
Rapat koordinasi jelang pilkada di Mapolres Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba, mengatakan indikasi pemilih siluman mulai tercium menjelang Pilkada Jayawijaya dan pemilihan Gubernur serentak 2018. Indikasi itu dinilai menjadi peluang konflik Pilkada.

“Yang sudah ada di kami adalah pemalsuan KTP, jadi ada oknum tertentu yang merekrut anak jalanan di sejumlah pasar seperti di Pasar Jibama, Potikelek dan Wouma,” kata Yan Pieter Reba, Rabu (15/11/2017).

Ia menjelaskan anak-anak jalanan itu dibawa ke Kabupaten Mamberamo Tengah dibuat perekaman e-KTP. “Ini masih kami cari, semoga nanti para pelaku sudah bisa kita amankan,” kata Yan Pieter, menambahkan.

Pada hari ini, Rabu (15/11/2017) Kapolres sengaja mengundang pemerintah daerah, sejumlah OPD, TNI, kejaksaan dan KPU Jayawijaya menggelar rapat koordinasi di kantornya membahas segala kemungkinan pada tahapan Pilkada dan Pilgub yang sedang berjalan.

Menurut dia,  saat ini Kepolisian telah mendengar informasi adanya indikasi pemalsuan KTP dengan tujuan menggelembungkan jumlah pemilih di daerah yang hendak menggelar Pilkada 2018.

Bahkan Yan menyebutkan polisi telah menangkap  salah satu masyarakat yang melakukan tindakan pemalsuan KTP di Lanny Jaya dan Jayawijaya, dan kini telah dikurung di Lapas Wamena. Aksi itu diduga untuk menambah jumlah DPT di Mamberamo Tengah dan Jayawijaya. 

“Jadi ini seperti penduduk siluman, sebab warganya dari Jayawijaya ditransmigrasikan ke Mamberamo Tengah,” katanya.

Ia menyebutkan data yang dimiliki sekitar 200 orang yang dibawa ke Mamberamo Tengah, jika hal ini tidak dicegah dikhawatirkan akan bergilir terus.

Ketua KPUD Jayawijaya, Adi Wetipo menyatakan temuan kepolisian  menjadi perhatian lembaganya. “Mengenai mobilisasi massa dari kabupaten lain pada hari H pencoblosan maupun sebelum,” kata adi Wetipo.

Ia akan melihat di pertemuan koordinasi berikutnya untuk mencari kesepakatan, namun ia berharap tetap adanya imbauan Kapolres tidak boleh ada mobilisasi massa. “Kalau boleh dibuat semacam pos penjagaan ketat supaya tidak mobilisasi massa,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Dualisme KNPI Lany Jaya, Bupati diminta hentikan bantuan dana

Selanjutnya

Sepinya calon perseorangan di Jayawijaya diduga karena persyaratan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe