Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Militer ambil alih pemerintahan Zimbabwe
  • Rabu, 15 November 2017 — 19:37
  • 1356x views

Militer ambil alih pemerintahan Zimbabwe

Tentara dikerahkan di ibukota Harare dan menyita gedung penyiaran negara setelah pekan lalu partai berkuasa ZANU-PF yang dipimpin Presiden Mugabe menuduh panglima militer berkhianat dan memecat wakil presiden Emmerson Mnangagwa.
Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe. Reuters/Jubi
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Zimbabwe, Jubi - Militer mengambil alih pemerintahan dan menempatkan Presiden Robert Mugabe beserta keluarganya dalam status tahanan rumah. Meski Angkatan Bersenjata Zimbabwe membantah kudeta militer, namun mereka menguasai seluruh gedung pemerintah termasuk lembaga penyiaran nasional.

Menurut situs berita New Zimbabwe, Brigadir Jenderal Sibusiso Moyo menyatakan tindakannya diambil untuk memulihkan situasi di negeri itu.

“Situasi di negeri kita memasuki level baru. Kami menjamin Presiden Republik Zimbabwe sekaligus Panglima Angkatan Bersenjata Zimbabwe, Robert Mugabe beserta keluarganya aman dan sejahtera, dan keamanan mereka terjamin,” kata Moyo, seperti dilansir New Zimbabwe, Rabu (15/11).

Kantor berita Rusia, TASS, merujuk situs berita News 24 menyebut Mugabe akan mengundurkan diri. “Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dan keluarganya dalam tahanan rumah, pemimpin negara yang berusia 93 tahun itu akan mengundurkan diri,” tulis TASS.

Tentara Zimbabwe memblokade jalan-jalan menuju Parlemen, gedung-gedung pemerintah dan pengadilan. Angkatan Bersenjata juga menduduki stasiun radio serta televisi pemerintah dan menahan Menteri Keuangan Ignatius Chombo. (na

Meski demikian, militer Zimbabwe membantah akan melakukan kudeta, melainkan mengejar penjahat yang berada di sekitar Presiden Robert Mugabe. Hal itu disampaikan militer melalui jaringan media penyiaran ZBC yang dikuasai militer sejak Rabu pagi, 15 November 2017.

Pihak militer pun memastikan Presiden Mugabe dalam kondisi yang sehat dan selamat.

"Presiden Mugabe dalam kondisi aman dan sehat, tentara menargetkan penjahat di sekitarnya," kata juru bicara militer Zimbabwe, seperti yang dilansir Reuters pada 15 November 2017.

Selain itu, militer Zimbabwe memastikan kondisi akan kembali normal segera setelah misi diselesaikan.

Selasa malam, 14 November 2017, terjadi kerusuhan dengan kendaraan militer memenuhi ibu kota Harare dan beberapa ledakan terdengar. Sedikitnya tiga ledakan terdengar di ibukota Zimbabwe pada Rabu pagi, dan kendaraan militer terlihat di jalan-jalan.

Tentara dikerahkan di ibukota Harare dan menyita gedung penyiaran negara setelah pekan lalu partai berkuasa ZANU-PF yang dipimpin Presiden Mugabe menuduh panglima militer berkhianat dan memecat wakil presiden Emmerson Mnangagwa.

Sejumlah tentara dilaporkan telah menduduki kantor pusat stasiun televisi nasional Zimbabwe, ZBC.

Beberapa staf ZBC dibekuk ketika para tentara mengambil alih kantor mereka di Ibu Kota Harare, sebagaimana dilaporkan beberapa sumber kepada kantor berita Reuters.

Tentara mengatakan semua karyawan "tidak perlu khawatir" karena tentara ada di situ untuk melindungi.

Beberapa saat kemudian, berbagai saksi melaporkan tiga ledakan di pusat kota, namun penyebabnya belum dapat dipastikan.

Hingga kini belum ada pernyataan langsung dari Presiden Zimbabwe yang berusia 93 tahun, Robert Mugabe.

Peristiwa ini terjadi tatkala partai berkuasa Zimbabwe, Zanu-PF, menuding panglima bersenjata Jenderal Constantino Chiwenga telah "melakukan makar" lantaran memperingatkan bahwa intervensi militer dimungkinkan. Chiwenga mengatakan militer siap beraksi untuk mengakhiri konflik di Partai Zanu-PF.

"Kami harus mengingatkan mereka yang berada di balik kekonyolan berbahaya ini bahwa apabila masalahnya sudah masuk dalam melindungi revolusi kita, militer tidak akan ragu-ragu bertindak," kata Chiwenga.

Untuk pertama kalinya, Mugabe bersitegang dengan militer. Militer Zimbabwe telah menjadi pilar utama kepala negara tertua di dunia yang memerintah sejak kemerdekaan dari pemerintahan minoritas kulit putih pada tahun 1980. (*)

Sumber: CNN Indonesia/Tempo.co
 


 

loading...

#

Sebelumnya

Saling ejek ala pemimpin dunia

Selanjutnya

Bono, rocker yang beramal (tapi) mengemplang pajak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6192x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5770x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3928x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe