Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Pemuda untuk demokrasi tanpa kekerasan dibentuk
  • Kamis, 16 November 2017 — 16:14
  • 620x views

Pemuda untuk demokrasi tanpa kekerasan dibentuk

Terbentuknya organisasi itu sebagai  kelanjutan survey program pengembangan pemuda mencegah konflik di Tanah Papua.
Suasana Diskusi ilalang bersama pemuda anti kekerasan di kota Jayapura - Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Program pemuda untuk demokrasi tanpa kekerasan dibentuk oleh Institut toleransi keberagaman dan pelestarian lingkungan (Ilalang). Terbentuknya organisasi itu sebagai  kelanjutan survey program pengembangan pemuda mencegah konflik di Tanah Papua.

"Ilalang bersama lP3ES bekerja sama dengan penggalang Papua dan Massagena Center, Makassar, mengimpletasikan program berjudul penguatan pemuda untuk pembangunan demokrasi tanpa kekerasan demokrasi," kata Koordinator Institut toleransi keberagaman dan pelestarian lingkungan (Ilalang) Hardin Halidin, kepada wartawan, kamis (16/11/2017).

Menurut Hardin, program itu mentargetkan kaum muda di tiga kota yaitu Jakarta Makassar dan Jayapura menjadi agen perubahan dan mendorong bagi masa depan demokrasi di Indonesia yang lebih damai.

“Proyek ini akan memfokuskan pada pengurangan pada konflik dan kekerasan terutama yang dilakukan oleh kaum muda dalam menyampaikan aspirasinya,” kata Halidin menambahkan .

Sedangkan target utama yang menjadi sasaran kaum muda yang ada di tiga wilayah kota tersebut. Dengan tujuan menciptakan alat informasi dalam bentuk aplikasi sistem peringatan dini untuk mencegah konflik dan pengembangan kapasitas organisasi muda memiliki komitmen tinggi agar dapat membangun toleransi demokrasi dan perdamaian.

Langkah itu akan dilanjutkan pelatihan pemuda yang terpilih agar memantau dan mencegah konflik kekerasan melalui aplikasi online. “Yang memungkinkan memantau dengan mudah, mencegah, dan mengurangi konflik yang terjadi di masyarakat," katanya.

Panitia penyelenggara, program pemuda untuk demokrasi tanpa kekerasan,  Munawir, menyatakan proses pembinaan pemuda membutuhkan instrumen yang memadai. “Di antaranya instrumen aplikasi berbasis website untuk pemantauan terjadinya konflik, juga modul pelatihan terkait dengan seluk beluk dan resolusi konflik,” kata  Munawir .

Ia mengaku akan mengajak pemuda pemudi merancang modul pelatihan dan aplikasi peringatan dini konflik dengan pembahasan tiga materi utama, yaitu Citizen, jurnalisme, metodologi penelitian, dan peringatan dini konflik untuk kekerasan berbasis pemuda.

"Kami juga mengadakan pelatihan berkala, peningkatan kapasitas jaringan pemuda anti kekerasan dengan analisis konflik monitoring dan pelaporan mencegah memitigasi dan menemukan resolusi untuk konflik pemuda,” katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Bahasa daerah Jayapura nyaris punah

Selanjutnya

Pemkot Jayapura ingatkan dana desa untuk kesejahterahan masyarakat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe