close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Informasi BMKG diharapkan mudah diakses publik
  • Kamis, 16 November 2017 — 16:56
  • 1317x views

Informasi BMKG diharapkan mudah diakses publik

Fenomena cuaca dan iklim merupakan ancaman, sehingga data dan informasi awal itu penting.
Ilustrasi informasi cuaca - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Pemerintah Provinsi Papua mengharap informasi cuaca dan iklim yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mudah diakses secara masyarakat. Fenomena cuaca dan iklim merupakan ancaman, sehingga data dan informasi awal itu penting.

"Pemahaman mengenai moda desiminasi yang digunakan BMKG menyebarluaskan data dan informasi meteorologi klimatologi kualitas udara dan geofisika harus disampaikan secara jelas," kata Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Ani Rumbiak, saat sosialisasi Penguatan Desiminasi Data dan Informasi melalui Media TV, di Jayapura, Kamis (16/11/2017).

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun dan meningkatkan pemahaman kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Selain itu, peran pemerintah maupun swasta memberikan pelatihan dan dukungan yang lebih konkret juga penting dalam penyelenggaraan pembangunan nasional yang berwawasan antisipatif terhadap bencana alam.

"Dalam hal ini, instansi pemerintah, pergururan tinggi maupun swasta dapat bersinergi dan bekerjasama dalam penelitian sistem mitigasi bencana,” kata Ani menambahkan.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura, Slamet Suyitno Raharjo mengatakan sosialisasi perubahan iklim dan tsunami jauh dan dekat penting dilakukan. 

“Sehingga perlu perhatian lebih terhadap fenomena perubahan iklim yang akan berdampak pada kegiatan pembangunan di Papua,” kata Slamet .

Menurut dia perubahan iklim berpengaruh terhadap perubahan pengendalian inflasi, ketersediaan air bersih, dan ketahanan pangan. Di samping itu nelayan maupun petani pun harus menyadari dan memahami mengenai dampak negatif perubahan iklim.

“Serta bagaimana upaya untuk beradaptasi terhadap perubahan tersebut," kata Slamet menjelaskan. (*)

loading...

Sebelumnya

Seminar dan lokakarya pembangunan Papua jadi rujukan RPJMD

Selanjutnya

Program sosial dari pusat tak berjalan maksimal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4883x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4314x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4185x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3509x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2957x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe