Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Informasi BMKG diharapkan mudah diakses publik
  • Kamis, 16 November 2017 — 16:56
  • 526x views

Informasi BMKG diharapkan mudah diakses publik

Fenomena cuaca dan iklim merupakan ancaman, sehingga data dan informasi awal itu penting.
Ilustrasi informasi cuaca - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Pemerintah Provinsi Papua mengharap informasi cuaca dan iklim yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mudah diakses secara masyarakat. Fenomena cuaca dan iklim merupakan ancaman, sehingga data dan informasi awal itu penting.

"Pemahaman mengenai moda desiminasi yang digunakan BMKG menyebarluaskan data dan informasi meteorologi klimatologi kualitas udara dan geofisika harus disampaikan secara jelas," kata Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Ani Rumbiak, saat sosialisasi Penguatan Desiminasi Data dan Informasi melalui Media TV, di Jayapura, Kamis (16/11/2017).

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun dan meningkatkan pemahaman kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Selain itu, peran pemerintah maupun swasta memberikan pelatihan dan dukungan yang lebih konkret juga penting dalam penyelenggaraan pembangunan nasional yang berwawasan antisipatif terhadap bencana alam.

"Dalam hal ini, instansi pemerintah, pergururan tinggi maupun swasta dapat bersinergi dan bekerjasama dalam penelitian sistem mitigasi bencana,” kata Ani menambahkan.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura, Slamet Suyitno Raharjo mengatakan sosialisasi perubahan iklim dan tsunami jauh dan dekat penting dilakukan. 

“Sehingga perlu perhatian lebih terhadap fenomena perubahan iklim yang akan berdampak pada kegiatan pembangunan di Papua,” kata Slamet .

Menurut dia perubahan iklim berpengaruh terhadap perubahan pengendalian inflasi, ketersediaan air bersih, dan ketahanan pangan. Di samping itu nelayan maupun petani pun harus menyadari dan memahami mengenai dampak negatif perubahan iklim.

“Serta bagaimana upaya untuk beradaptasi terhadap perubahan tersebut," kata Slamet menjelaskan. (*)

loading...

Sebelumnya

Seminar dan lokakarya pembangunan Papua jadi rujukan RPJMD

Selanjutnya

Program sosial dari pusat tak berjalan maksimal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe