Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Tolikara disambut tari perang
  • Jumat, 17 November 2017 — 13:03
  • 668x views

Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Tolikara disambut tari perang

Perang-perangan menjadi tarian penyambutan Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, dan Wakil Bupati, Dinus Wanimbo, Senin (13/11/2017), yang untuk kali pertama ‘pulang’ ke Karubaga sejak dilantik pada 16 Oktober lalu.
Suasana di lapangan Merah Putih di Karubaga – Jubi/Yuliana Lantipo
Yuliana Lantipo
yuliana_lantipo@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Karubaga, Jubi - Perang-perangan menjadi tarian penyambutan Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, dan Wakil Bupati, Dinus Wanimbo, Senin (13/11/2017), yang untuk kali pertama ‘pulang’ ke Karubaga sejak dilantik pada 16 Oktober lalu.

Menurut Bupati Tolikara Usman Wanimbo, tarian perang tersebut mengandung pesan masyarakat berada dalam situasi ‘perang dingin’ antar sesama masyarakat yang berbeda pilihan tokoh politik dalam masa Pilkada Serentak 2017.

"Waktu politik sudah lewat, sekarang sudah ada pemerintah resmi. Tapi sekelompok warga kami kelihatannya belum terima. Mereka masih palang jalan, akibatnya warga kami yang lain tidak bisa lewat. Ini memang masalah," kata Usman, di Karubaga, Senin (13/11/2017).

Untuk mengatasi masalah itu, Bupati Usman menegaskan pihaknya telah menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada aparat keamanan untuk segera membuka pemalangan tersebut. 

"Kita serahkan ke Kapolres dan Danrem yang urus itu. Kita harus kembali fokus melaksanakan pembangunan daerah dan pelayanan masyarakat," ucap Usman.

Simpan panah di honai

Dalam kesempatan berbicara kepada ribuan masyarakat di lapangan Merah Putih, Bupati Usman minta seluruh warganya menurunkan emosi dan bekerja bersama membangun daerah. 

"Mari, panah-panah kita simpan di honai. Hanya sekop, linggis, dan parang yang kita bawa masuk ke kebun. Sama-sama kita bangun Tolikara supaya sejahtera," ajak bupati Usman.

Siang itu, lapangan Merah Putih di Karubaga - ibukota kabupaten Tolikara - berubah menjadi lautan manusia. Seluruh wajah dibalur arang. Anak panah dan busur, parang, hingga tombak di mana-mana.

"Kalau mereka sudah buka palang baru kita hapus arang dan simpan panah," ucap seorang warga dalam bahasa Lani, yang diterjemahkan Ernest, pemuka gereja GIDI kepada Jubi.

Menurut Ernest, situasi siaga perang ini sudah berlangsung lama, antara pendukung bupati dan wakil bupati terpilih dengan paslon John Tabo-Barnabas Weya dalam pilkada serentak 2017. 

"Kalau yang di sini (Karubaga) semua pendukung Pak Usman-Dinus. Mereka begini mau tunjukkan bahwa mereka siap membela pemerintah terpilih dari tekanan masyarakat lain seperti pendukung John-Barnabas yang sengaja palang jalan," jelas Ernest.

Pemalangan jalan di kampung Minage telah berlangsung lebih dari sebulan.

"Orang biasa seperti kami tidak bisa lewat, baik yang dari sini atau yang dari Wamena tidak bisa ke sini, hanya anggota polisi yang bisa," ujarnya.

Seorang warga lainnya, di hadapan pemerintah daerah dan seluruh unsur pimpinan lainnya,minta segera dilakukan rekonsiliasi antar semua masyarakat dari semua pihak.

"Jangan bakar batu kalau pemalangan belum dibuka. Kalau sudah buka baru bisa kita masak dan makan bersama," pintanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Sambut Natal, Gereja Kingmi Papua Jemaat Imanuel Dekai gelar lomba

Selanjutnya

Pemkab Tolikara minta Brimob profesional jalankan tugas negara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe