Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Tahun 2017, ekonomi Papua diprediksi hanya tumbuh 3,5 hingga 4,5 persen 
  • Sabtu, 18 November 2017 — 16:16
  • 1464x views

Tahun 2017, ekonomi Papua diprediksi hanya tumbuh 3,5 hingga 4,5 persen 

Setelah sempat mengalami percepatan hingga tujuh persen di tahun lalu, perekonomian Papua diproyeksi kembali bertumbuh rentang 3,5 hingga 4,5 persen pada triwulan IV tahun 2017. 
Pedagang kecil Pasar Youtefa Abepura kota Jayapura sedang menjajakan dagangannya - Jubi/ Sindung 
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Setelah sempat mengalami percepatan hingga tujuh persen di tahun lalu, perekonomian Papua diproyeksi kembali bertumbuh rentang 3,5 hingga 4,5 persen pada triwulan IV tahun 2017. 

Analisis ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua, Arya Jodilistyo, mengungkapkan akibat tambang belum optimal membuat perekonomian Papua tak tumbuh signifikan .

“Kenapa sangat kecil, karena sektor tambang masih dievaluasi dari kementerian terkait

pembangun smelter kalau belum ada progress tak bisa keluar. Semenetara batas kuota ekspor berakhir bulan Desember 2017, kuota 1 juta ton emas,“ kata Jodi, kepada Jubi, Jumat (17/11/2017). 

Menurutnya informasi dari produsen kecenderungan akan dipacu akan dilakukan triwulan IV, sehingga permasalahan tambang otomatis akan naik.

“Kemungkinan naik kisaran 3,5 hingga 4,5 persen saja sebab pada triwulan sebelumnya sempat drop agak dalam tumbuh hanya sekitar 0,3-0,2 persen cukup dalam bagi perekonomian yang ada,” ujarnya.  

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mengungkapkan ekonomi Papua triwulan III-2017 dibanding triwulan III-2016 (y-on-y) tumbuh 3,40 persen dan pertumbuhan didukung oleh semua lapangan usaha.

Kepala BPS Papua, Simon Sapari, menuturkan pertumbuhan tersebut lebih lambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,88 persen

"Hal ini disebabkan melambatnya pertumbuhan produksi Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang merupakan kontributor terbesar perekonomian Papua," ujarnya. 

Sementara itu, perekonomian Papua berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2017 mencapai Rp 51,39 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 40,07 triliun.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Papua triwulan III-2017 (q-to-q), Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 17,32 persen, diikuti Konstruksi sebesar 0,72 persen, dan Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 0,40 persen.

"Jika tanpa Pertambangan dan Penggalian, Ekonomi Papua triwulan III-2017 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh 3,37 persen, melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,96 persen," jelas dia. (*)

loading...

Sebelumnya

Hingga Oktober 2017, Honda cetak penjulan 598 unit

Selanjutnya

Pekan ini harga bawang merah dan bawang putih di pasar Youtefa mulai naik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe