Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Tugas gereja bukan kumpul orang masuk surga
  • Sabtu, 18 November 2017 — 16:25
  • 1520x views

Tugas gereja bukan kumpul orang masuk surga

Rapat kerja (Raker) pertama Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Jayapura yang berlangsung di jemaat GKI Sion Dok 8 Kota Jayapura, Papua, resmi dibuka Ketua BPAS Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Andrikus Mofu, Jumat (17/11/2017).
Ketua BPAM Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Andrikus Mofu, menabuh tifa menandai pembukaan raker I Klasis GKI Jayapura di gereja GKI Sion Dok 8 kota Jayapura – Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
jean@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Rapat kerja (Raker) pertama Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Jayapura yang berlangsung di jemaat GKI Sion Dok 8 Kota Jayapura, Papua, resmi dibuka Ketua BPAS Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Andrikus Mofu, Jumat (17/11/2017).

Turut hadir pada raker ini, Wali Kota Jayapura, Penatua Benhur Tomi Mano (BTM), dan Ketua Klasis GKI Jayapura.

Tomi Mano dalam sambutannya mengatakan warga GKI merupakan umat Kristen dengan jemaat terbesar di Port Numbay. Itulah sebabnya ia minta semua warga GKI harus bisa menjadi teladan buat warga lain.

BTM minta warga GKI ikut mendukung sejumlah program pemerintah kota Jayapura seperti, menjaga lingkungan sekitarnya dan tidak membuang sampah sembarang, khususnya warga gereja yang tinggal dibantaran kali Acai, kali Anafri, kali Siborhonyi, dan kali Dok 9.

“Tolong disampaikan kepada jemaat, jangan jadikan kali itu sebagai tempat sampah. Mari kita peduli dengan lingkungan di kota Jayapura,” ajaknya BTM.

BTM yang juga Ketua Umum Persipura Jayapura ini berharap pemimpin Port Numbay ke depan adalah warga GKI terbaik.

“Program berikut adalah taman-taman kota. Terima kasih buat Klasis GKI Jayapura yang sudah punya taman, tapi bunga-bunganya sudah mau mati,” kata BTM.

Berikutnya, BTM ingin warga GKI di kota Jayapura tertib administrasi. Juga soal Perda larangan berjualan pada hari Minggu.

“Saya berterimakasih ada gereja yang peduli tentang program saya dan ada juga yang tidak perduli dengan program saya,” ucapnya.

Ketua Klasis GKI Jayapura, Pdt Hein Carlos Mano, menjelaskan raker pertama ini tidak seperti biasanya, karena tidak ada pertanggungjawaban dan mempersiapkan seluruh program yang akan kita tetapkan dan laksanakan pada 2018.

Raker ini, berlangsung dibawah sorotan tema, “Datanglah Kerajaan-Mu” yang terambil dari (Matius 6:10 a). Tema yang kita gunakan saat ini akan dipakai lima tahun ke depan sebagaimana  sudah dimulai sejak sidang Sinode di Waisai, Raja Ampat, Papua Barat.

“Lima tahun waktu yang cukup untuk implementasikan seluruh pelayanan kita dengan baik dan menghadirkan tanda-tanda kerajaan itu. Hal itu dimulai dari pribadi, terutama para pelaku pelayan firman, Penatua dan Syamas. Kita mulai terus dalam kehidupan gereja sebagai insan yang menyatakan kehadiran kerajaan itu di tengah kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat luas,” ucapnya.

Pdt. Anthon Rumbewas, dalam refleksi khotbah ibadah pembukaan mengataan raker ini harus menghormati keputusan Allah. Sebab yang dimohon adalah kerajaan Allah. Allah sendiri yang berdaulat dalam diri kita dan dalam raker ini.

Rumbewas yang juga dosen STT GKI I.S Kijne ini menegaskan, tugas gereja bukan kumpul orang untuk masuk surga

 “Tapi tugas gereja adalah mengumpulkan dan mengajarkan orang jadi pintar dan rajin bekerja. Gereja harus banyak berkhotbah tentang dunia,” katanya.

Ketua BPAM Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Andrikus Mofu, mengingatkan bahwa pada rapat kerja I GKI di tanah Papua yang berlangsung di Sorong, 17-18 Oktober, semua telah sepakat untuk bersama-sama menata kembali sistem pelaksanaan rapat-rapat, baik tingkat sinode, klasis, siding, dan rapat-rapat di jemaat.

“Raker kedudukannya berbeda dengan sidang klasis, sebab itu raker klasis tidak pada tempatnya diminta pertanggungjawaban kepada badan pekerja klasis atau badan pekerja Am Sinode. Karena kedudukan rapat-rapat kerja adalah dalam rangka evaluasi kegiatan, pelayanan, tetapi juga evaluasi berkaitan dengan keuangan gereja,” kata Mofu.

Ketua panitia, Sonny L. Kafiar, menyebutkan penunjukkan GKI Sion Dok 8 menjadi tuan dan nyonya rumah rakert pertama Klasis GKI Jayapura berdasarkan keputusuan sidang klasis di jemaat GKI Pniel Kotaraja.

Sonny mengatakan ketika warga jemaat, warga GKI bisa hidup sejahtera, bisa makan, bisa kerja, bisa mendapat uang, dan bisa hidup sehat, itulah kerajaan surga. Bukan hal yang abstrak, kerajaan surga itu, tapi kondisi nyata dalam hidup sehari-hari.

Pelayanan ke depan, GKI di tanah Papua harus menyentuh pagar kehidupan berjemaat. Semoga raker ini memberi dampak pada warga jemaat GKI di Klasis Jayapura, tidak sebatas konteks khotbah di atas mimbar.

Konsep, program yang dihasilkan harus dapat dilakukan dan sasarannya menyentuh langsung warga jemaat GKI. Tidak perlu membuat program yang susah, mahal, dan sulit dilakukan.

Sonny menyebut raker ini dihadiri 62 jemaat dengan masing-masing 4 utusan berjumlah 284 orang peserta, ditambah dengan Badan Pekerja Klasis 39 orang, serta BPAM Sinode GKI di Tanah Papua 2 orang.

"Jadi total seluruh peserta yang hadir dalam raker klasis ini berjumlah kurang lebih 325 orang," katanya merinci. (*)

loading...

Sebelumnya

Pembangunan tahap akhir pasar Pharaa Sentani selesai bulan depan 

Selanjutnya

Pemkot Jayapura larang penjualan petasan jelang Natal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe