Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Mengenal Mugabe, “Soehartonya Zimbabwe”
  • Minggu, 19 November 2017 — 18:36
  • 1651x views

Mengenal Mugabe, “Soehartonya Zimbabwe”

Meski dikenal sebagai diktator, di awal kekuasaannya, tak ada yang menyangkal bahwa Mugabe adalah sosok penting dalam perjuangan kemerdekaan Zimbabwe
Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe. Reuters/Jubi
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Zimbabwe, Jubi - Chris Mutsvangwa, pemimpin veteran perang Zimbabwe, terang-terangan mengancam Robert Mugabe, jika masih bersikeras duduk di kursi presiden negeri itu.

Mutsvangwa menegaskan hal itu pada Minggu (19/11). Pihaknya akan mengeluarkan massa melawan sosok politisi berusia 93 tahun itu. Sejauh ini, Mugabe masih bersikeras.

“Kami akan membawa kembali massa dan mereka akan menyelesaikan urusannya,” tuturnya, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Mugabe dan keluarga dilaporkan sempat menjadi tahanan rumah oleh militer saat kudeta berlangsung.

Mugabe tua sudah memerintah Zimbabwe sejak 1987 dan bertekad berkuasa seumur hidup. Zimbabwe sendiri baru menyatakan kemerdekaannya dari jajahan Inggris pada 1980.

Selasa (14/11/2017) penduduk ibukota Zimbabwe, Harare, dikejutkan suara tembakan artileri dan senjata berat dari sebelah utara kota tersebut. Sebelumnya sejumlah kendaraan lapis baja beriringan memasuki wilayah kota. Beragam spekulasi bermunculan.

Seorang juru bicara militer bernama Mayor Jenderal Sibusiso mengklaim bahwa yang mereka lakukan bukan kudeta militer. Mereka hanya menargetkan orang-orang dekat presiden yang telah menyebabkan "penderitaan sosial dan ekonomi".

"Begitu misi kami selesai, kami berharap situasi kembali normal," demikian catat BBC News.

Aksi pembersihan tersebut direstui oleh Kepala Angkatan Darat Jenderal Gen Constantino Chiwenga. Katanya, tentara siap bertindak menghentikan pembersihan di dalam Partai Zimbabwe African National Union-Patriotic Front (ZANU-PF). Partai ZANU-PF bikinan Mugabe bisa diibaratkan Golkar era Orde Baru yang menguasai hampir segala lini kehidupan dan disusupi oleh gerombolan pejabat korup.

Mugabe menarget politisi yang dulu pernah berjuang bersamanya, mengusir kolonialisme Inggris dari tanah Zimbabwe.

Korban terakhir program pembersihan Mugabe adalah Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa yang pada Senin (6/11/2017) pekan lalu dipecat dari jabatannya dan dipaksa keluar dari Zimbabwe. Mantan kepala badan intelijen Zimbabwe itu disebut Mugabe sebagai sosok tak setia dan penuh tipu daya.

Namun, analis politik menganggap alasan Mugabe dilebih-lebihkan. Pemecatan Mnangagwa lebih disebabkan oleh tensi yang memanas antara Mnangagwa dengan istri Mugabe, Grace Mugabe..

Mnangagwa adalah sosok yang paling mungkin menggantikan kepemimpinan Mugabe. Namun Mugabe ingin memberikan estafetnya justru pada sang istri. Sayang, langkah tersebut justru menjadikan tentara akhirnya benar-benar turun tangan.

Dalam laporan Guardian, Mnangagwa menyatakan persaingannya dengan Grace sudah tak sehat. Grace dituduh berupaya meracuni minumannya saat sedang berkampanye bulan Agustus lalu. Akibatnya Mnangagwa mesti dilarikan ke rumah sakit di Afrika Selatan.

Sebulan setelahnya Grace, yang memimpin sayap perempuan di Partai ZANU-PF, menyangkal tuduhan Mnangagwa di sebuah acara televisi nasional.

“First lady” Zimbabwe itu,dikenal punya gaya hidup glamor, termasuk boros belanja properti di Afsel sampai membeli mobil Rolls-Royce keluaran terbaru.

Andrea Grove dalam bukunya Political Leadership in Foreign Policy: Manipulating Support across Borders (2015: 78) mencatat bahwa di bulan Mei dan Juni 1998 mahasiswa mengambil alih Parlemen Zimbabwe karena terinspirasi oleh gerakan reformasi yang sama di Indonesia. Mereka ingin menumbangkan kediktatoran Mugabe, yang dinilai telah membuat masyarakat Zimbabwe jatuh dalam krisis pangan dan kebutuhan pokok lain.

Namun rezim menanggapi aksi mahasiswa dengan represi militer yang lebih keras.

Mugabe, yang saat itu “baru” memerintah 11 tahun kemudian melarang adanya demonstrasi selama enam bulan berikutnya, dan melanjutkan kekuasaan hingga hari ini.

Tokoh Pejuang Kemerdekaan

Robert Gabriel Mugabe lahir di Rhodesia Selatan (nama Zimbabwe selama masa penjajahan Inggris) pada tanggal 21 Februari 1924, sehingga kini usianya sudah 93 tahun. Sangat tua untuk ukuran seorang presiden. Sebagaimana Soeharto, kepiawaiannya bermain politik—meski kotor—membuat usia tua tak menghalangi dirinya untuk menduduki tahta selama hampir empat dekade.

Meski dikenal sebagai diktator, di awal kekuasaannya, tak ada yang menyangkal bahwa Mugabe adalah sosok penting dalam perjuangan kemerdekaan Zimbabwe (sebelumnya bernama Rhodesia).

Dalam catatan Al Jazeera, Mugabe muda sempat meniti karier sebagai pengajar bermodal tujuh gelar dari universitas. Marah karena tanah airnya dijajah oleh koloni Inggris dan diperintah oleh minoritas kulit putih, Mugabe tergerak untuk ikut perjuangan kemerdekaan, apalagi setelah dirinya kenyang mempelajari Marxisme dan Leninisme.

Ia bergabung dengan golongan nasionalis Afrika lain untuk menyerukan pembentukan negara independen yang dikuasai oleh orang kulit hitam.

Kecamannya untuk pemerintah keras dan pedas. Akibatnya, selama 1964 hingga 1974 ia mendekam di balik jeruji besi, namun visinya untuk Rhodesia yang merdeka tak pernah surut. (*)

Sumber: CNN Indonesia/Tirto.id

 

loading...

#

Sebelumnya

Bono, rocker yang beramal (tapi) mengemplang pajak

Selanjutnya

Pengikut Kristus Vietnam: tumbuh dan dipersekusi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6193x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5770x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3928x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe