Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Pemkot Jayapura larang penjualan petasan jelang Natal
  • Minggu, 19 November 2017 — 20:42
  • 1778x views

Pemkot Jayapura larang penjualan petasan jelang Natal

Pemerintah Kota Jayapura akan melarang penjualan petasan menjelang perayaan Natal 25 Desember 2017, agar tidak terjadi bunyi-bunyian yang dapat mengganggu kenyamanan umat Kristiani merayakan hari besar tersebut.
Penjualan petasan di Kota Jayapura akan dilarang menjelang perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018 – Jubi/IST
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Pemerintah Kota Jayapura akan melarang penjualan petasan menjelang perayaan Natal 25 Desember 2017, agar tidak terjadi bunyi-bunyian yang dapat mengganggu kenyamanan umat Kristiani merayakan hari besar tersebut.

"Saya akan melarang, tidak ada penjualan petasan di Kota Jayapura ini menjelang Natal," kata Wali Kota Jayapura, Benhur Tommy Mano, saat menyampaikan sambuatannya pada momentum perayaan ulang tahun ke-58 Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura, sekaligus peresmian Gedung Pastoran dan Aula Serba Guna, di Jayapura, Minggu (19/11/2017).

Menurut dia, Kota Jayapura merupakan kota perubahan, kota peradaban, kota Injil, dan kota kudus.

"Walaupun saya belum cabut izin minuman keras di Kota Jayapura, tapi kota ini kota kudus, kota yang diberkati oleh Tuhan," ujarnya.

Ia mengatakan Injil pertama masuk di Kota Jayapura pada 10 Maret 1910, yang kemudian menyebar ke Kabupaten Keerom, Kota Jayapura, hingga sampai ke Kabupataen Sarmi.

Untuk itu, kata dia, Kota Jayapura merupakan kota peradaban orang Papua, maka visinya adalah kota beriman, orang-orang yang hidup dalam kota ini takut akan Tuhan dan menjalankan ajaran agamanya dengan baik, tidak melakukan kekerasan dalam rumah tangga, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, dan tidak menggunakan narkoba.

"Program saya nanti, dalam menyambut Natal dan tahun baru, pada 24 Desember 2017 saya akan mengeluarkan instruksi tidak ada bunyi-bunyian di wilayah Kota Jayapura," ujarnya.

"Saya akan mengerahkan Kapolres dan jajarannya, Kodim dan jajarannya mengobrak-abrik meriam bambu yang ada digunung-gunung," ujarnya lagi.

Selanjutnya, pada 31 Desember 2017 juga tidak ada bunyi-bunyian, semua umat diharapkan merefleksikan diri selama Januari 2017 sampai Desember 2017.

"Tidak ada bunyi-bunyian berupa petasan maupun meriam bambu di dua tanggal itu, setelah dua tanggal itu silahkan membunyikan bunyi-bunyian/meriam bambu," ujar Mano. (*)

loading...

Sebelumnya

Tugas gereja bukan kumpul orang masuk surga

Selanjutnya

Gubernur Papua dan Wali Kota Jayapura, dipastikan hadir di seminar SAMNP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6122x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5720x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3822x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe