Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Penyalahgunaan antibiotik berbahaya bagi kesehatan
  • Senin, 20 November 2017 — 08:27
  • 659x views

Penyalahgunaan antibiotik berbahaya bagi kesehatan

Bagi Papua Nugini, pesan tersebut berfokus pada bahaya membeli antibiotik seperti amoksisilin di apotik pinggiran jalan.
Pasien TBC di Papua Nugini – ABC/Philippe Schneider/World Vision
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Port Moresby, Jubi – Pekan lalu, satu lagi acara kesehatan masyarakat global - Pekan Kesadaran Antibiotik Dunia - berjalan tanpa banyak keriuhan kecuali seminar dengan siswa di Kolese Kopkop tentang akar masalah ini.

Kegiatan tersebut seharusnya ditandai dengan kegiatan besar-besaran karena ini adalah masalah kesehatan global. Pekan ini menyoroti penyalahgunaan antibiotik yang dapat menyebabkan tubuh manusia menolak antibiotik atau yang disebuk resistensi antibiotik.

Bagi Papua Nugini, pesan tersebut berfokus pada bahaya membeli antibiotik seperti amoksisilin di apotik pinggiran jalan.

Kementrian Kesehatan telah berkali-kali memperingatkan masyarakat untuk tidak membeli obat-obatan di gerai yang tidak terdaftar karena mereka tidak memiliki sertifikat kepatuhan dan lisensi farmasi yang tepat.

Penyalahgunaan antibiotik berkontribusi pada kenaikan 'superbugs' yang melawan resisten terhadap antibiotik.

Resistensi antibiotik terus meningkat ke tingkat bahaya yang tinggi di seluruh belahan dunia dan PNG tidak terkecuali.

Mekanisme-mekanisme resistensi baru muncul dan menyebar secara global, mengancam kemampuan kita untuk mengobati penyakit menular yang umum.

Daftar infeksi yang juga berkembang - seperti pneumonia, tuberkulosis, keracunan darah, dan gonore – mempersulit, dan terkadang tidak memungkinkan, untuk diobati lagi karena antibiotik menjadi kurang efektif akibat resistensi.

Tanpa langkah yang mendesak, kita menuju era pasca-antibiotik, di mana infeksi dan luka ringan dapat membunuh kita, sekali lagi.

Resistensi antibiotik dipercepat oleh penyalahgunaan dan penggunaan antibiotik secara berlebihan serta pencegahan dan pengendalian infeksi yang buruk.

Menurut Kementrian Kesehatan, langkah-langkah dapat diambil di semua lapisan masyarakat untuk mengurangi dampak dan membatasi penyebaran resistensi antibiotik.

Untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran resistensi antibiotik, individu-individu disarankan jangan menggunakan antibiotik jika diberi resep oleh staft profesional kesehatan bersertifikasi; jangan pernah meminta antibiotik jika petugas kesehatan mengatakan bahwa Anda tidak membutuhkannya; selalu ikuti saran petugas kesehatan saat menggunakan antibiotik, dan jangan pernah berbagi antibiotik.(The National PNG/Elisabeth C. Giay )

loading...

Sebelumnya

Sekolah larang penjualan junk food di kompleksnya

Selanjutnya

Parlemen dibubarkan, tapi rakyat Tonga kembali menangkan Partai Demokrat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe