Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Parlemen dibubarkan, tapi rakyat Tonga kembali menangkan Partai Demokrat
  • Senin, 20 November 2017 — 08:32
  • 711x views

Parlemen dibubarkan, tapi rakyat Tonga kembali menangkan Partai Demokrat

Partai Demokrat Pohiva memenangkan 14 dari 17 kursi perwakilan rakyat.
Mantan Perdana Menteri Tonga dari Partai Demokrat, Akilisi Pohiva. – RNZI/ Koro Vakauta
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nukuʻalofa, Jubi – Partai Demokrat dibawah Mantan Perdana Menteri ‘Akilisi Pohiva berhasil memenangkan pemilihan umum dengan gemilang di Tonga, menunjukkan bahwa para pemilih tampaknya terus mendukung reformasi politik negara itu.

Pemilu minggu ini dilaksanakan setahun lebih cepat setelah Raja Tonga Tupou VI membubarkan parlemen karena khawatir tindakan-tindakan pemerintah Pohiva sebelumnya.

Partai Demokrat Pohiva memenangkan 14 dari 17 kursi perwakilan rakyat.

Penerbit buku dan komentator politik, Kalafi Moala, mengatakan kemenangan itu adalah pencapaian yang luar biasa dan tak terduga.

Moala mengatakan bahwa Pohiva telah menerima banyak kritik akhir-akhir ini, namun merek dan nama baiknya tetap bertahan kuat.

“Dukungan dan popularitasnya telah menurun dalam hal angka, tapi dia masih merupakan politisi paling dominan yang mempengaruhi politik di Tonga,” katanya

Teena Brown Pulu dari Universitas Auckland, adalah seorang dosen senior dan peneliti bidang politik Tonga.

Pulu mengatakan Partai Demokrat terus menjadi kekuatan yang harus dikenali dan diakui.

“Mereka berkampanye sebagai partai. Ketika mereka melakukan perjalanan untuk berkampanye di desa-desa, 'Akilisi ada di sana dengan seluruh tim yang kuat beranggotakan 17 orang, dan mereka dapat menarik kerumunan masyarakat,” katanya.

'Akilisi Pohiva pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen pada tahun 1987 dan merupakan orang awam (bukan keluarga bangsawan Tonga) pertama yang terpilih menjadi Perdana Menteri.

Dr Pulu setuju dengan pendapat Kalafi Moala bahwa Pohiva tetap merupakan seorang tokoh paling berpengaruh dan paling kuat dalam politik Tonga.

Moala menuturkan menurutkan sangat menarik bahwa masyarakat Tonga tidak mendengarkan tuduhan-tuduhan yang dilayangkan seputar tindakan-tindakan Pohiva dan pemerintahan terakhirnya.

Beberapa klaim mengatakan bahwa pemerintah (terakhir Pohiva) telah bertindak secara tidak konstitusional dengan menandatangani sejumlah kesepakatan internasional tanpa persetujuan Raja dan pembubaran yang terjadi adalah akhir dari satu masa jabatan yang penuh dengan kontroversi, termasuk pengunduran diri dari tuan rumah Olimpiade 2019 Pasifik, pengembangan situs warisan nasional Tonga, dan perselisihan yang sedang berlangsung dengan badan penyiaran negara itu.

Moala mengatakan, ternyata pada akhirnya, semuanya ini tidak masalah.

“Bahkan fakta bahwa ada deklarasi di mana-mana selama kampanye ini bahwa pemerintahnya adalah pemerintahan paling berskandal yang pernah ada di Tonga, jelas sekali tidak ada yang mendengarkannya. Ini sangat menarik, seperti layar teflon, deklarasi-deklarasi itu hanya muncul dan menghantam orang-orang, dan terjatuh, tidak ada residu yang tersisa di masyarakat,” katanya.

Kandidat dengan hasil pemungutan suara tertinggi dan juga anggota Partai Demokrat, Pohiva Tu'ionetoa, mengatakan bahwa hasil pemilihan menunjukkan bahwa masyarakat tidak setuju dengan pembubaran Parlemen.

“Meskipun rumah perwakilan rakyat telah bubar, mereka telah membuat pernyataan yang kuat, bahwa rakyat menginginkan demokrasi di negara ini untuk terus maju. Rakyat menyatakan bahwa pembubaran Parlemen bukanlah cara yang tepat untuk memajukan demokrasi di negara ini,” kata Tu'ionetoa.

'Akilisi Pohiva dan partainya tidak pernah merahasiakan niat bahwa mereka menginginkan perubahan, terus mendorong agar pemerintah, dan bukan Raja, menunjuk jabatan-jabatan krusial seperti Komisaris Polisi, Jaksa Agung dan Komando Anti Korupsi.

Mereka juga meminta menteri-menteri kabinet untuk dimasukkan ke Dewan Penasihat Paling Terhormat yang Mulia Raja.

Pohiva Tu'ionetoa mengatakan tidak akan ada perubahan dalam pendekatan yang digunakan partai Demokrat.

“Saya pikir apa yang telah kita fokuskan sejauh ini, dan kemudian pembubarannya sepertinya telah menghentikan apa yang telah kita lakukan, dan saya pikir pada tahap ini kita harus terus maju dengan cara yang sama dengan sebelumnya,” katanya.

Teena Brown Pulu mengatakan bahwa tidak ada keperluan bagi Tu'ionetoa dan rekan-rekan demokratnya untuk mengubah taktik mereka.

“Para wakil Demokrat tidak memiliki alasan untuk mundur karena pemilihan ini adalah hasil dari pembubaran sebelumnya dan ini adalah pemilihan protes.

“Ini adalah pemilihan yang cepat, sebuah pemilihan yang mengejutkan, tapi juga merupakan suara protes dimana rakyat inging mengirim pesan yang sangat kuat kepada bangsawan bahwa mereka perlu mengubah pemikiran mereka,” kata Dr Pulu.

“Demokrasi dimaksudkan untuk memajukan negara dan rakyat, ia dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan, ia dimaksudkan untuk menjadikan lebih inklusif.”

Kemenangan telak partai Demokrat tersebut termasuk dua perempuan, mantan CEO Kementerian Pertanian, Losaline Ma'asi, dan Vava'u 'Akosita Lavulavu, yang memenangkan pemilihan terakhir untuk menggantikan suaminya.

Sebelumnya ada lima perempuan yang terpilih ke parlemen Tonga.

Tujuh dari sembilan kursi yang disisihkan untuk tiga puluh tiga warisan bangsawan dan lima rekan seumur hidup, dikembalikan ke para anggota lama, dengan Lord Fakafanua dan Lord Vaha'i dari Ha'apai dan Tongatapu masing-masing, memasuki parlemen lagi, meskipun Vaha'i harus melalui proses melemparkan koin untuk memastikan posisinya.

Lord Fusitu'a terpilih kembali sebagai wakil aristokrat dari Niuas Utara.

Dia mengatakan pemilihan hari Kamis lalu (16/11/2017) harus digunakan sebagai kesempatan untuk menyembuhkan perpecahan masa lalu dan semua anggota parlemen dapat belajar dari kejadian beberapa tahun terakhir.(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Penyalahgunaan antibiotik berbahaya bagi kesehatan

Selanjutnya

Dana untuk pengembangan fasilitas penerbangan Tuvalu disetujui

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe