Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Guru tidak laksanakan tugas sama dengan korupsi 
  • Senin, 20 November 2017 — 11:55
  • 1819x views

Guru tidak laksanakan tugas sama dengan korupsi 

"Jangan hanya amankan gaji buta lalu tidak melaksanakan tugas. Kegiatan seperti ini bisa dikategorikan sebagai korupsi. Aturan dan sumpah janji yang diucapkan sebelum diangkat menjadi ASN harus dilaksanakan dengan baik," tegas Sekretaris Komisi C DPRD kabupaten Jayapura, Abraham Demonggreng.
Ilustrasi, sejumlah  siswa yang sedang mengikuti upacara bendera 17 Agustus 2017, beberapa waktu lalu - Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura menyoroti kinerja guru yang ditugaskan kampung-kampung terpencil di kabupaten Jayapura. Pasalnya, guru-guru tersebut banyak yang mangkir dari tugas dan tanggung-jawabnya. Mereka hadir hanya saat terima gaji.

Sekretaris Komisi C DPRD kabupaten Jayapura, Abraham Demonggreng, mengatakan pihaknya akan hearing dengan dinas terkait dan akan mengusulkan agar pendapatan guru tetap sebagai ASN disesuaikan dengan jumlah keaktifan guru tersebut di sekolah.

"Jangan hanya amankan gaji buta lalu tidak melaksanakan tugas. Kegiatan seperti ini bisa dikategorikan sebagai korupsi. Aturan dan sumpah janji yang diucapkan sebelum diangkat menjadi ASN harus dilaksanakan dengan baik," tegas Abraham, saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Jayapura, Senin (20/11/2017).

Dijelaskan, dari setiap kunjungan Komisi C di kampung-kampung, nasib sekolah di pinggiran kota hingga pedalaman semua sama. Guru tidak ada di tempat. Laporan warga masyarakat yang pertama ketika kunjungan kerja ke kampung-kampung adalah persoalan guru.

"Kita mengontrak guru dari luar untuk mengajar di tempat ini. Mereka betah dan menjalankan tugas dan tanggung-jawabnya dengan baik. Ini guru yang sudah diangkat menjadi pegawai negeri malah tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Bagaiman nanti nasib anak-anak murid yang ada di setiap sekolah kalau kondisi seperti ini terus berjalan," tukasnya.

Di lain kesempatan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, mengaku kesal dengan tindakan guru yang selalu lalai dalam tugas dan tanggung-jawabnya sebagai tenaga pendidik.

"Ketika kita menahan gaji dan uang lauk pauk mereka, malah kita yang dilaporkan ke Ombudsman karena dianggap melanggar hak asasi manusia. Sudah berkali-kali diberikan peringatan, kita juga yang kena ribut di kantor. Oleh sebab itu, kami akan lebih mengutamakan mereka yang bekerja sebagai tenaga honorer dan dikontrak karena selama ini memang mereka yang bekerja dengan baik," ungkapnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Guru mangkir dari tugas, orang tua tarik anak murid dari sekolah

Selanjutnya

Perindag pastikan pedagang di pasar lama Sentani akan dipindahkan 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9826x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6404x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6052x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4698x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe