Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Islam transnasional dikaji akademisi di Australia
  • Senin, 20 November 2017 — 14:46
  • 1464x views

Islam transnasional dikaji akademisi di Australia

Studi tentang Islam di Indonesia itu menarik banyak perhatian para akademisi yang mendiskusikan gerakan Islam terkait dari berbagai isu.
Pegiat damai Papua, Ridwan al-Makassary saat menyampaikan materinya - Ist
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi –  Gerakan Islam transnasional dikaji oleh sejumlah pakar di Fakultas Hukum, Universty of Melbourne Australia. Studi tentang Islam di Indonesia itu menarik banyak perhatian para akademisi yang mendiskusikan gerakan Islam terkait dari berbagai isu.

“Mulai penerapan syariat Islam di Aceh, politik identitas di Pilgub Jakarta, radikalisasi perempuan istri teroris, dan lain-lain,” kata Pegiat damai Papua, Ridwan al-Makassary, yang sedang belajar di University of Western Australia, Senin, (20/11/2017).

Ridwan menjadi salah satu presenter di acara CILIS Conference yang ke-13 yang dihadiri para peneliti dan mahasiswa tingkat doktoral di Australia, pada 14 hingga 15 November  lalu.

“Konflik di Papua lebih bernuansa separatism juga dikaji. Kehadiran Islam transnasional memiliki sisi positif dan negatif terhadap proses perdamaian,” kata Ridwan menjelaskan.

Ia mengaku ingin menunjukkan sebuah kajian yang komprehensif mengenai narasi, aktivitas dan persepsi pemangku kepentingan terhadap Islam transnasional di Tanah Papua.

Menurut dia, Papua masih menikmati damai negativ yang masih menyisakan persoalan hak asasi manusia (HAM), kesejahteraan dan demokrasi yang harus diselesaikan pemerintah.

Ahli Islam dan Politik di Indonesia, Profesor Greg Fealy, menyembutkan perlu menampilkan data yang valid serta objektif melihat keberadaan organisasi Islam transnasional di Indonesia.

“Hal ini dipandang perlu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat seiring menguatnya Islam garis keras,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Komnas HAM siap mediasi Polri dan TPN-PB

Selanjutnya

Menteri Tjahjo nyatakan blangko E-KTP sudah tersedia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe