Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Disebut perkeruh situasi Tolikara, stafsus presiden: saya bukan mendagri
  • Rabu, 22 November 2017 — 18:38
  • 1460x views

Disebut perkeruh situasi Tolikara, stafsus presiden: saya bukan mendagri

"Pilkada Tolikara sudah selesai, tapi ada oknum yang berupaya menciptakan opini di masyarakat, sehingga masyarakat terpengaruh," ujarnya.
Legislator Papua, Orgenes Wanimbo ketika berbincang dengan masyarakat Tolikara - Jubi/Arjuna 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari daerah pemilihan Tolikara, Orgenes Wanimbo mengatakan, ada pihak-pihak yang berupaya memperkeruh situasi di Kabupaten Tolikara, sehingga masyarakat kembali melakukan pemalangan jalan, Selasa (21/11/2017) malam.

"Saya dapat informasi dari Tolikara, masyarakat kembali melakukan pemalangan, karena ada yang berupaya memperkeruh suasana, dengan menyebar informasi kepada masyarakat, kalau Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Lenis Kogoya bersama Presiden Jokowi akan ke Tolikara membawa SK bupati terpilih yang sebenarnya, untuk pasangan kandidat John Tabo," kata Orneges, Rabu (22/11/2017).  

Menurutnya, pilkada Tolikara telah usai. Selama ini, pilkada Tolikara menyita banyak waktu dan pikiran, yang menyebabkan tidak maksimalnya pemerintahan dan pembangunan di kabupaten itu. 

"Pilkada Tolikara sudah selesai, tapi ada oknum yang berupaya menciptakan opini di masyarakat, sehingga masyarakat terpengaruh," ujarnya.

Katanya, Bupati Tolikara terpilih, Usman G Wanimbo bersama dandim dan kapolres Tolikara pekan lalu berupaya, sehingga masyarakat membuka palang jalan trans Tolikara-Jayawijaya.

"Tapi karena ada isu terbaru ada oknum-oknum di Jakarta memberi harapan, sehingga masyarakat kembali melakukan pemalangan. Mereka meyakinkan masyarakat, kalau presiden akan memperjuangkan calon tententu," katanya. 

Ia mengatakan, masyarakat menganggap isu Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya bersama Presiden Jokowi akan Tolikara, benar, sehingga masyarakat kembali melakukan pemalangan dengan alasan hasil pilkada sebenarnya akan dibawa Lenis Kogoya. 

"Jangan menciptakan potensi konflik di Tolikara. Staf khusus presiden hanya berkoordinasi mengenai hal di Papua dengan presiden. Saya menolak tegas kedatangan Lenis Kogoya di Tolikara," ucapnya.

Lenis Kogoya yang dihubungi Jubi via teleponnya menyatakan, tidak benar ia akan ke Tolikara membawa SK bupati terpilih yang sesungguhnya. Katanya, ia bukan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). 

"Isu itu tidak benar. SK dari mana? Saya mau ke sana itu, mau buka palang itu. Tidak boleh bikin begitu. Tidak boleh membangun isu seperti itu. Tidak benar saya akan bawa SK, memangnya saya mendagri ka?" kata Lenis.

Menurutnya, mungkin ada pihak lain yang berusaha memojokkannya. 

"Saya ini juga orang Papua, tidak mungkin melakukan itu. Saya justru mempertanyakan, kenapa Bupati orang Tolikara, Ketua DPR Tolikara, Mantan Ketua MRP orang Tolikara, tidak dapat turun amankan keluarga dan orang tuanya," ujarnya.

Kata Lenis, ia akan ke Papua, Kamis (23/11/2017). Kini timnya sudah berada di Jayapura, dan Kamis mereka ke Tolikara.

"Saya tidak punya kepentingan, saya akan turun untuk kepentingan rakyat dengan membawa tim dari kementerian dan istana. Saya tidak ada urusan dengan SK," ucapnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Komisi I DPR RI diingatkan tidak sepelekan masalah di Papua

Selanjutnya

MRP tetapkan ketua dan wakil ketua sementara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe