Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Besok, FPR turun ke jalan tuntut PT Freeport ditutup
  • Rabu, 22 November 2017 — 19:40
  • 6079x views

Besok, FPR turun ke jalan tuntut PT Freeport ditutup

“Dalam persiapan aksi besok, kami memutar film di depan Kabesma Perumans III Waena sore tadi, sekaligus penandatanganan petisi agar Freeport ditutup," katanya, Rabu (22/11/2017).
Aksi rakyat Papua di Kota Jayapura tuntut PT Freeport Indonesia harus ditutup - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi
 
Jayapura, Jubi – Front Persatuan Rakyat (FPR) dipastikan akan menggelar demo di depan kantor DPR Papua, Kamis (23/11/2017), di Kota Jayapura, menuntut agar PT Freeport ditutup.

Koordinator Umum FPR, Samuel Womsiwor, mengajak masyarakat Kota Jayapura bersama-sama turun ke jalan.

“Dalam persiapan aksi besok, kami memutar film di depan Kabesma Perumans III Waena sore tadi, sekaligus penandatanganan petisi agar Freeport ditutup," katanya, Rabu (22/11/2017).

Lanjutnya tujuan aksi tersebut, demi mencegah pelanggaran kemanusiaan terjadi lagi di tanah Amungsa Timika.

"Kami tidak ingin ada lagi kekerasan di Papua," katanya.

Sementara itu Koordinator Gerakan Mahasiswa Kedokteran Papua (GMKP), Benyamin Lagowan, mengatakan rakyat Indonesia, khususnya Papua sejak 1960-an telah dilanda penyakit besar bernama imperialisme, kapitalisme dari PT Freeport Amerika.

"Kehadiran PT Freeport telah menjadi akar masalah bagi bangsa Indonesia khususnya rakyat Papua," katanya.

Lanjut Benyamin, selama ini akar persoalan berbagai pelanggaran HAM, perusakan ekologi, datangnya dari Freeport.
 
“Solusinya Freeport harus ditutup agar rakyat Papua bebas menikmati dan mengelola sumber daya alamnya," katanya.

Titik kumpul aksi demo direncanakan di Uncen, Waena, Abepura, Merpati Abepura, USTJ Padang Bulan, Kamkey, Pos 7 Sentani dan Dok 9 Jayapura kota. (*)

loading...

Sebelumnya

MRP tetapkan ketua dan wakil ketua sementara

Selanjutnya

Kasus Tembagapura dinilai skenario isu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9828x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6404x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6052x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4698x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe