close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Papua berharap JKN punya kontribusi nyata
  • Kamis, 23 November 2017 — 07:58
  • 1174x views

Papua berharap JKN punya kontribusi nyata

Harapan itu terkait  kondisi masyarakat Papua yang belum mendapat pelayanan baik.
Ilustrasi kartu JKN - IST
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Pemerintah Provinsi Papua berharap Round Table Discussion atau diskusi meja bundar mengenai kajian integrasi Jaminan Kesehatan Daerah ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pelayanan kesehatan di Papua. Harapan itu terkait  kondisi masyarakat Papua yang belum mendapat pelayanan baik.

"Ini disebabkan karena kondisi geografis yang mempengaruhi akses mereka terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty di Jayapura, Rabu (22/11/2017).

Menurut Elia  pada tahun  2015 Papua telah mendata keluarga untuk jaminan pemeliharaan kesehatan daerah berkerja sama dengan Dinas Sosial kependudukan dan Pencatatan Sipil dan beberapa instansi agar data yang didapat valid.

"Setelah melalui proses validasi dan pencocokan serta penelitian data, maka ditetapkan sasaran keluarga miskin atau tidak mampu peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Papua," ujar Elia menambahkan.

Terkait dengan pemberian pengobatan gratis  Menteri Kesehatan telah memberi pengarahan agar layanan terhadap masyarakat Papua berlaku tanpa terkecuali bagi seluruh penduduk. Ia menjelaskan permasalahn penanganan kesehatan di Papua bukan hanya terkait masalah jumlah penduduk atau penyakit.

“Tapi lokasi geografis yang sulit untuk dijangkau sehingga membatasi akses masyarakat," katanya.

Samsul Bahri, warga Kota Jayapura mengatakan dirinya heran dengan program yang awalnya bernama Jamkesmas berubah ke JKN yang justru berubah.

“Sebelumnya seluruh keluarganya terdaftar. Namun setelah berganti nama hanya bebera anggota keluarga saja yang terdaftar,” kata Samsul.

Ia memilki lima orang anggota keluarga, namun hanya tiga yang dapat dan dua tidak. (*)

loading...

Sebelumnya

Universitas Pertahanan jajaki kerja sama dengan pemerintah Papua

Selanjutnya

Prestasi Papua di PON Jabar tak bisa di banggakan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4883x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4314x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4185x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3509x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2957x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe