Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bali NTT
  3. Masyarakat harap pencemaran Laut Timor dibahas
  • Selasa, 25 Oktober 2016 — 14:46
  • 1953x views

Masyarakat harap pencemaran Laut Timor dibahas

Pemerhati masalah Laut Timor Ferdi Tanoni mengharapkan kasus pencemaran Laut Timor pada 2009 menjadi salah satu isu penting dalam agenda pertemuan antara Menlu Indonesia dan Menteri Pertahanan Australia di Bali pada 28 Oktober 2016.
Ribuan liter minyak mentah cemari Laut Timor. –tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Kupang, Jubi - Pemerhati masalah Laut Timor Ferdi Tanoni mengharapkan kasus pencemaran Laut Timor pada 2009 menjadi salah satu isu penting dalam agenda pertemuan antara Menlu Indonesia dan Menteri Pertahanan Australia di Bali pada 28 Oktober 2016.

"Sejak meledaknya anjungan minyak Montara yang mencemari hampir 90 persen wilayah perairan Laut Timor pada 21 Agustus 2009, masalah tersebut terkesan diabaikan begitu saja oleh Pemerintah Australia hingga saat ini, sehingga patut diangkat menjadi salah satu isu penting dalam agenda pertemuan antara Menlu Indonesia dan Menhan Australia di Bali," kata Tanoni kepada pers di Kupang, Selasa (25/10/2016).

Tanoni yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) mengemukakan pandangannya tersebut berkaitan dengan pernyataan Direktur Asia Timur dan Pasifik Kemlu RI Edi Yusup yang menyebutkan bahwa Indonesia dan Australia terus berkomitmen dalam kerja sama politik dan keamanan untuk berkontribusi terhadap stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan Asia Pasifik.

Terkait dengan hal tersebut, maka Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara akan bertemu dalam format "two plus two" di Bali, 28 Oktober 2016, selain membahas keamanan maritim mengenai perkembangan isu Laut China Selatan serta solusi di Laut Sulu mengenai sandera yang belakangan marak terjadi.

Tanoni yang juga mantan agen imigrasi Australia itu mengatakan mempererat hubungan bilateral dengan Australia merupakan sesuatu hal penting bagi kedua negara, dan sebagai masyarakat Nusa Tenggara Timur yang wilayahnya paling dekat dengan Australia, tentu sangat mendukung upaya kedua negara untuk membahas berbagai isu regional di kawasan Asia Pasifik.

"Namun, rasanya tidak adil dan bijaksana jika masalah pencemaran Laut Timor di depan mata yang telah menghancurkan mata pencaharian ribuan petani rumput laut serta nelayan di NTT, dibiarkan begitu saja bagai angin lalu," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Para petani tebus mesin traktor di pegadaian

Selanjutnya

Pembangkit listrik terkendala lahan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6204x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5780x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3952x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe