TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Belasan warga dilepas setelah ditahan sehari atas dugaan membawa alat tajam
  • Kamis, 23 November 2017 — 10:06
  • 1197x views

Belasan warga dilepas setelah ditahan sehari atas dugaan membawa alat tajam

"Kita tidak tahu apa yang dimaksud dokumen rahasia itu. Katanya Surat Keputusan. Entah berhubungan dengan OPM atau bukan, kita tidak tahu," kata Mercy.
Belasan warga yang ditahan sejak hari Selasa (21/11/2017) akhirnya dilepas setelah membuat kesepakatan dan surat pernyataan bersama Kepolisian Resort Jayapura di Polres Jayapura, Doyo - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
[email protected]
Editor : Victor Mambor

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani,Jubi - Belasan warga masyarakat dari Kampung Lapuan Distrik Lereh ditahan pihak Kepolian Resort (Polres) Jayapura selama sehari di Rutan Polres Jayapura sejak pukul 14.00 waktu setempat, Rabu (21/11/2017). Belasan warga ini akhirnya dilepas setelah tidak didapatkan cukup bukti untuk menahan mereka.

Mercy Waromi kuasa hukum dari Perkumpulan Advokad atau Pengacara HAM untuk Papua yang mendampingi belasan warga masyarakat ini mengatakan warga masyarakat ini ditangkap karena dituduh membawa sejumlah alat tajam dan dokumen rahasia. Dokumen rahasia seperti apa yang dimaksud, Mercy mengatakan baik dirinya maupun belasan warga itu tidak tahu.   

"Warga masyarakat ini berangkat dari Doyo Baru, Sentani menuju Lereh pada pukul 07.30 pagi kemarin. Sampai di di Nimbotong ada razia oleh pihak kepolisian setempat. Dalam razia tersebut beberapa dari mereka ketahuan membawa senjata tajam berupa parang, pisau dan pisau dari tulang kasuari serta dokumen rahasia. Lalu masyarakat ini dibawa ke Polres Jayapura untuk dimintai keterangan," ujar Mercy saat ditemui di Polres Jayapura, Rabu (22/11/2017).  

Belasan warga ini kata Mercy datang ke Sentani untuk menghadiri kedukaan yang dialami kerabat mereka. Peralatan seperti pisau dan parang itu tanpa sengaja terbawa oleh belasa warga itu karena mereka tergesa-gesa setelah mendengar kabar duka. Setelah selesai mengikuti ibadah duka, belasan warga ini kemudian melanjutkan perjalan pulang ke Lereh.

"Saat mau pulang itu, di sekitar Doyo ada orang pakai motor menghampiri mereka untuk menitipkan sebuah map. Satu dari dua orang ini dikenal oleh warga dari Lereh ini. Mereka tidak tahu apa isi map itu," jelas Mercy.

Saat belasan warga ini dirazia di Nimbotong, polisi mensita map tersebut dan mengatakan map tersebut berisi dokumen Surat Keputusan yang bersifat rahasia. Hingga saat dilepaskan oleh polisi dari tahanan Polres Jayapura, belasan warga ini tidak tahu apa yang dimaksud dengan dokumen rahasia itu. Demikian juga Mercy yang membantu melepaskan belasan warga itu.

"Kita tidak tahu apa yang dimaksud dokumen rahasia itu. Katanya Surat Keputusan. Entah berhubungan dengan OPM atau bukan, kita tidak tahu," kata Mercy.

Namun Mercy mengatakan penangkapan yang dilakukan ini sama sekali tidak berdasar karena sesungguhnya belasan warga ini tidak melakukan satu tindakan yang akan membahayakan pihak lain atau mengganggu keamanan di daerah sekitar tempat mereka ditahan polisi. Informasi duka yang diterima oleh belasan warga ini ternyata terlambat. Saat mereka tiba di Sentani jenazah kerabat mereka itu sudah lebih awal dikebumikan.   

"Dalam pertemuan kami dengan pihak Polres Jayapura, semua bukti-bukti yang dimaksudkan berdasarkan undang-undang darurat dan pasal makar sama sekali tidak sinkron karena barang bukti yang dimaksudkan tanpa segaja dibawa ketika mendengar berita duka," ungkap Mercy.

Lanjutnya, semua yang ditahan ini adalah karyawan pada perusahaan yang ada di Lereh.

Setelah dilakukan kesepakatan bersama dengan pihak kepolisian, warga masyarakat ini dibebaskan dengan terlebih dulu menandatangani surat pernyataan.

"Senjata tajam dan map yang disebutkan berisi dokumen rahasia yang dibawa sementara diamankan di Polres Jayapura," ujar Mercy.  

Fery Kogoya, keluarga dari salah satu masyarakat yang ditahan ini membenarkan belasan warga ini turun dari tempat kerja ketika mendengar ada Informasi kedukaan dua hari lalu.  

"Mereka ini murni karyawan di Juk dan Lereh termasuk ayah saya yang bekerja sebagau gembala jemaat GIDI di Lereh. Tujuan ke Sentani  karena ada keluarga yang duka. Tidak untuk kepentingan lain seperti yang disebutkan melakukan tindakan makar dan sebagainya," ungkap Ferry.

Pihak Polres Jayapura menolak memberikan keterangan mengenai penahanan belasan warga ini. Meski demikian, polisi di kantor Polres Jayapura mengatakan dalam proses kesepakatan dengan belasan warga tersebut, pihak kepolisian Jayapura juga membuat surat pengembalian tujuh unit HP yang disita serta surat pernyataan dari pihak kepolisian kepada pihak masing-masing warga yang sebelumnya ditahan itu. (*)

loading...

Sebelumnya

Kasus Tembagapura dinilai skenario isu

Selanjutnya

Polisi tegaskan keberadaan warga Tembagapura di Timika atas kemauan sendiri

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat