Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ketua DPRP: Jika rakyat Papua ingin PTFI ditutup, ya, tutup saja
  • Kamis, 23 November 2017 — 22:04
  • 2777x views

Ketua DPRP: Jika rakyat Papua ingin PTFI ditutup, ya, tutup saja

"Jadi kalau hari ini rakyat Papua menuntut Freeport harus di tutup, ya, tutup saja, karena itu desakan yang luar biasa untuk kami DPRP," kata Wonda usai menerima demonstran dari Front Persatuan Rakyat (FPR), Kamis (23/11/2017).
Massa Front Persatuan Rakyat (FPR) demo damai di halaman kantor DPR Papua, Kamis (23/11/2017), menuntut Freeport ditutup - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan, jika rakyat Papua menginginkan PT Freeport Indonesia (PTFI) ditutup lantaran dianggap akar masalah di Papua, maka tambang emas dan tembaga milik Amerika yang beroperasi di Kabupaten Mimika itu, harus ditutup.

"Jadi kalau hari ini rakyat Papua menuntut Freeport harus ditutup, ya, tutup saja, karena itu desakan yang luar biasa untuk kami DPRP," kata Wonda usai menerima demonstran dari Front Persatuan Rakyat (FPR), Kamis (23/11/2017).

Menurutnya, ini akan menjadi isu besar dan rakyat Papua dengan kekuatan besar mendesak DPT Papua.

"Ya kami pasti juga akan lakukan hal yang luar biasa lagi. Mereka menuntut Freeport harus ditutup, karena menganggap Freeport pemicu semua kejadian yang di Mimika," ujarnya.

Katanya, mengapa Freeport diam dengan serangkaian peristiwa yang terjadi di Tembagapura belakang ini. Freeport seharusnya bertanggung jawab, karena 300 lebih masyarakat sipil yang berada di area operasi PTFI dan dievakuasi beberapa waktu lalu dari lokasi, di bawah kewenangan Freeport.

"Kami melihat, rakyat Indonesia baik itu TNI-Polri dan rakyat, seakan diadu domba, sementara Freeport diam membisu tidak ada pertanggungjawaban moril menjelaskan rentetan kejadian itu," katanya.

Dikatakan, Kampung Banti dan Kimbeli merupakan daerah steril dan tidak sembarang orang dapat masuk ke sana. Namun ketika terjadi serangkain penembakan di wilayah itu beberapa waktu lalu, diketahui banyak masyarakat sipil dari luar di daerah itu.

"Kenapa selama ini Freeport diam dan kenapa selama ini Freeport mengizinkan. Kesalahan terbesar ada di Freeport, dan Freeport adalah akar dari semua persoalan," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Demo tutup PTFI, diwarnai penolakan penyerahan aspirasi

Selanjutnya

DPRP minta aparat keamanan ditarik dari Tembagapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat