Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. DPRP minta aparat keamanan ditarik dari Tembagapura
  • Kamis, 23 November 2017 — 22:11
  • 2017x views

DPRP minta aparat keamanan ditarik dari Tembagapura

"Daerah itu tidak bisa dikosongkan, karena daerah itu adalah penduduk lokal. Kembalikan mereka ke daerahnya seperti biasa. Kami minta seluruh aparat yang ada di sana baik TNI maupun Polri agar ditarik keluar," kata Wonda, Kamis (23/11/2017).
Massa Front Persatuan Rakyat (FPR) demo damai di halaman kantor DPR Papua, Kamis (23/11/2017), menuntut Freeport ditutup - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Ketua DPR Papua, Yunus Wonda meminta supaya aparat keamanan di Kampung Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, ditarik dari daerah yang belakangan ini terjadi serangkaian penembakan.

Ia mengatakan, pihaknya minta kepada kapolda dan pangdam, agar penduduk dikembali ke daerah mereka seperti semula.

"Daerah itu tidak bisa dikosongkan, karena daerah itu adalah penduduk lokal. Kembalikan mereka ke daerahnya seperti biasa. Kami minta seluruh aparat yang ada di sana baik TNI maupun Polri agar ditarik keluar," kata Wonda, Kamis (23/11/2017).

Menurutnya, kondisi seperti semula harus diciptakan. Untuk itu pimpinan TNI dan Polri di Papua perlu menarik seluruh pasukannya yang ada di wilayah itu.

"Kembalikan rakyat penduduk lokal seperti biasa, sehingga situasi ini tidak menimbulkan polemik, dan terjadi perdebatan," ujarnya.

Katanya, jika alasannya aparat keamanan di wilayah itu untuk mengejar TPN/OPM, sulit menemukan mereka karena luas wilayah. Justru itu akan menyebabkan ketakutan masyarakat yang selama ini beraktivitas mencari nafkah.

"Jangan-jangan ketika sampai di tengah hutan masyarakat biasa itu dikira TPN/OPM lalu ditembak, dan pendulang di daerah itu ditutup. Kalaupun nantinya dibuka, hanya untuk masyarakat lokal yang ada di sana," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ketua DPRP: Jika rakyat Papua ingin PTFI ditutup, ya, tutup saja

Selanjutnya

Kajari Jayapura: Bupati Biak harus kembali ke lapas awal Desember

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9826x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6404x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6052x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4698x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe