Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kajari Jayapura: Bupati Biak harus kembali ke lapas awal Desember
  • Kamis, 23 November 2017 — 22:20
  • 1214x views

Kajari Jayapura: Bupati Biak harus kembali ke lapas awal Desember

"Pada 10 Desember 2017, sudah harus balik lagi, sudah harus ada di dalam lapas. Kalau ingin tahu persisnya tanya majelis hakim karena sekarang dia statusnya tahanan hakim," kata Akmal Abbas, Kamis (23/11/2017).
Ilustrasi Kejaksaan Negeri Jayapura - kejaksaan-jayapura-go.id
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jayapura, Akmal Abbas mengatakan, Bupati Biak Numfor, Thomas Alfa Edison Ondi, yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi harus kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Abepura, awal Desember 2017.

Ia mengatakan, izin berobat Thomas Ondi yang dikeluarkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jayapura, berlaku hingga, 9 Desember 2017.

"Pada 10 Desember 2017, sudah harus balik lagi, sudah harus ada di dalam lapas. Kalau ingin tahu persisnya tanya majelis hakim karena sekarang dia statusnya tahanan hakim," kata Akmal Abbas, Kamis (23/11/2017).

Menurutnya, ketika usai sidang perdana beberapa waktu lalu dengan agenda pembacaan dakwaan, pengacara terdakwa minta izin kliennya akan berobat ke Jakarta dengan berbagai alasan. "Jaksa bawa ke dokter ahli di RSUD Dok II dan RS Bhayangkara dan hakim mengeluarkan supaya dia dibawa berobat. Tapi pengawalannya tetap kami. Inilah, hakim tinggal perintah saja penanganannya di Jaksa. Jaksa yang sakit kepala sudah itu," ujarnya.

Katanya, Thomas Ondi berobat ke RS Siloam di Jakarta Selatan. Namun pihak Kejaksaan Negeri Jayapura menilai, tenggat waktu terdakwa untuk berobat, terlalu lama. 

"Tapi hakim sudah putuskan itu, ya kami ikut saja. Nanti kalau masuk lagi, 10 Desember 2017, kami sidang lagi," katanya. 

Ketika persidangan perdana yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Klas 1A Jayapura beberapa waktu lalu, melalui kuasa hukumnya, Mara Johan Panggabean, minta kepada Majelis Hakim untuk kliennya yang berstatus sebagai tahanan di Lapas Abepura agar menjadi tahanan kota.

Alasan Panggabean yang kliennya masih butuh penanganan dokter. Dikatakan, di ginjal kliennya ada pemasangan selang yang fungsinya untuk mengeluarkan batu ginjal melalui ureter, dan itu sudah terpasang tiga bulan lalu. 

"Menurut ketentuan tidak boleh lebih dari tiga bulan karena kalau lebih akan menimbulkan ekses. Karenanya saat ini beliau merasakan sangat sakit karena sudah hampir lima bulan. Kondisinya semakin menurun baik semasa di tahanan Polda dan lapas, yang mana perawatannya tidak teratur," kata Panggaben, belum lama ini. (*) 

loading...

Sebelumnya

DPRP minta aparat keamanan ditarik dari Tembagapura

Selanjutnya

Presiden Uncen sebut media nasional hoax

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe