close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ibukota
  3. Masih ada 328 korban teroris butuh bantuan
  • Selasa, 25 Oktober 2016 — 14:56
  • 1849x views

Masih ada 328 korban teroris butuh bantuan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mencatat masih ada 328 orang korban tindak pidana terorisme yang masih membutuhkan bantuan pengobatan fisik dan penanganan trauma psikologis setelah peristiwa terorisme.
Aksi solidaritas terhadap korban terorisme. --tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mencatat masih ada 328 orang korban tindak pidana terorisme yang masih membutuhkan bantuan pengobatan fisik dan penanganan trauma psikologis setelah peristiwa terorisme.

"Tercatat sebanyak 328 orang korban terorisme masih membutuhkan bantuan, baik dari segi medis maupun psikologis," ungkap Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Harris Semendawai di Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Harris menjelaskan bahwa pemerintah memang menanggung biaya pengobatan para korban selama menjalani perawatan di rumah sakit, namun Pemerintah tidak menanggung biaya pengobatan setelah korban keluat dari rumah sakit.

"Biaya seperti rawat jalan atau bantuan penanganan trauma psikologis tidak ditangani oleh pemerintah," jelas Harris.

Lebih lanjut Harris mengungkapkan sekitar 80 orang korban tindak pidana terorisme sudah meminta bantuan LPSK untuk penanganan pascaperistiwa terorisme.

Sebanyak 31 orang korban menyatakan membutuhkan pelayanan medis, 25 orang korban membutuhkan layanan psikologis, dan 27 orang korban membutuhkan layanan psikososial. "Sementara untuk triwulan ketiga tahun 2016 ini, LPSK sudah membantu 35 orang korban tindak pidana terorisme," jelas Harris.

Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menyatakan bahwa Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme belum memberikan definisi secara rinci dan jelas mengenai kriteria korban terorisme. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Lima ABK yang disandera di Somalia sejak 2012 akhirnya bebas

Selanjutnya

Jaksa Agung masih cari dokumen TPF kematian Munir

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4948x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4329x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4049x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2525x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2478x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe