Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Berkas Pungli di Kemenkumham Papua segera dikirim ke Jakarta
  • Jumat, 24 November 2017 — 07:26
  • 1206x views

Berkas Pungli di Kemenkumham Papua segera dikirim ke Jakarta

Pelaku Pungli berinisial SS sama sekali tidak mengakui perbuatannya ketika diperiksa, bahkan SS mengaku tuduhan tidak mendasar dan tanpa bukti.
Suasana tes CPNS di lingkup Kemekumham Papua - Jubi/IST.
Roy Ratumakin
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Kepala Ombusdman Republik Indonesia (ORI) Papua, Sabar Iwanggin mengatakan berkas kasus dugaan (Pungutan liar) Pungli oleh pegawai Kemenkumham Papua segera dikirimkan ke Kemenkumham RI di Jakarta.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan secara intensif kepada pelaku Pungli. Hasil dari pemeriksaan kami ini akan kami serahkan ke Kemenkumham RI, selanjutnya menindaklanjuti temuan kami ini," kata Iwangin kepada Jubi, Jumat (24/11/2017) di Jayapura.

Menurut dia, pelaku Pungli berinisial SS sama sekali tidak mengakui perbuatannya ketika diperiksa, bahkan SS mengaku tuduhan tidak mendasar dan tanpa bukti. "SS mengatakan bahwa Pungli tidak benar. Dirinya sama sekali tidak menerima uang atau dalam bentuk apapun," kata Iwangin, menambahkan .

Namun setelah didesak, SS mengakui awalnya menerima uang sebesar Rp 25 juta namun beberapa hari kemudian dana tersebut sudah dikembalikan. Pengakuan SS itu tak sesuai dengan penelusuran Ombudsman terhadap orang tua calon pendaftar PNS yang mengaku uang tersebut sama sekali belum dikembalikan.

SS baru mengakui perbuatannya setelah beberapa bukti yang dimiliki ditunjukan. "Kami tunjukkan kwitansi penerimaan uang yang ditandatangani oleh SS.  Ia sempat kaget, akhirnya mengakui perbuatannya," katanya.

Pelaku Pungli di Kemenkumham sebelumnya  telah menjatuhkan hukuman administrasi kepada SS namun pihaknya, namun ombudsman masih memproses hingga ke Kemenkumham RI, karena menurut Iwanggin, kasus ini sudah masuk sebagai tindak pidana.

"Berkasnya sudah siap. Kami akan kirimkan. Ini menjadi pelajaran kepada pejabat para ASN ataupun pejabat publik di Papua untuk tidak menggunakan kewenangannya demi keuntungan pribadi atau golongan," katanya.

Kepala Devisi Lapas (Kadiv Pas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Papua, Ibu Sarlota mengatakan, SS pelaku pungli di lingkup Kemenkumham Papua pada saat penerimaan CPNS beberapa lalu akan dikenakan sanksi administrasi.

"Berkasnya sudah kami limpahkan ke Kakanwil Kemenkumham Papua, mungkin dalam waktu dekat SK sanksinya sudah turun. Yang jelas sanksinya sanksi administrasi," kata Sarlota belum lama ini. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Presiden Uncen sebut media nasional hoax

Selanjutnya

Pendeta gereja Kingmi Puncak Selatan minta jemaatnya jangan dipaksa mengungsi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe