TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Muda & berwawasan: Kelas sejarah Kepulauan Mariana Utara
  • Jumat, 24 November 2017 — 09:32
  • 1298x views

Muda & berwawasan: Kelas sejarah Kepulauan Mariana Utara

Farrell adalah penulis buku Sejarah Kepulauan Mariana Utara, History of the Northern Mariana Islands pada tahun 1991, yang merupakan buku panduan dari mata pelajaran sejarah dari kurikulum Sistem Sekolah Negeri.
Penulis dan sejarawan Commonwealth of the Northern Mariana Islands, Don Farrell – Marianas Variety
Admin Jubi
[email protected]
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Mariana Utara, Jubi - Penulis dan sejarawan Commonwealth of the Northern Mariana Islands (Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara, CNMI) Don Farrell menyempatkan diri untuk berbicara kepada siswa mata pelajaran Current Issues di Northern Marianas College awal bulan ini.
 
Farrell adalah penulis buku Sejarah Kepulauan Mariana Utara, History of the Northern Mariana Islands pada tahun 1991, yang merupakan buku panduan dari mata pelajaran sejarah dari kurikulum Sistem Sekolah Negeri. Dia juga menulis buku sejarah History of Mariana Islands to Partition pada tahun 2011.
 
Presentasi Farrell di NMC berfokus pada hubungan Federal-Territorial, status persemakmuran, pengembangan militer, CJMT (Commonwealth Joint Military Training, Pelatihan Militer Bersama Persemakmuran) dan pengalihan lapangan terbang untuk digunakan bagi pesawat terbang jenis KC 135 di Tinian.
 
Dia memulai kuliahnya dengan definisi hubungan Federal-Territorial, yang mengatur segala sesuatu antara Washington D.C. dan wilayah-wilayah persemakmuran itu.
 
Dia melibatkan para siswa kolese itu dengan menanyakan kepada mereka apakah nama lima wilayah yang dibawahi oleh AS: CNMI, Samoa Amerika, Kepulauan Virgin AS, Guam, dan Puerto Rico. Farrell menekankan bahwa pendorong utama dari segala sesuatu yang terjadi di wilayah Persemakmuran AS adalah kapitalisme, yang merupakan sebuah proses yang tujuan untuk menciptakan kekayaan atau menghasilkan uang.
 
Farrell kemudian memaparkan sejarah singkat Kepulauan Mariana. Dia menggarisbawahi bahwa Kepulauan Mariana Utara berada dibawah koloni Spanyol hingga Perang Spanyol-Amerika pada tahun 1898. 
Spanyol mengalami kekalahan dalam perang itu dan menyerahkan Guam ke Amerika Serikat.
Pemerintah Amerika saat itu ingin menggunakan Guam sebagai pelabuhan dan pangkalan militer, bukan Kepulauan Mariana Utara. Spanyol kemudian menjual Mariana Utara ke Jerman. Saat itulah Guam dan Kepulauan Mariana Utara masing-masing memulai status politik yang sangat berbeda.
 
Selama perang dunia pertama, Jepang menguasai kawasan Pasifik dan merebut koloni Jerman, termasuk Mariana Utara. Selama pemerintahan Jepang, perkebunan tebu sangat sejahtera dan populasi Saipan dan Tinian mencapai 50.000 jiwa dimana hanya 3.000 orang diantaranya populasi lokal. Sisanya terdiri dari para pekerja pertanian dari Jepang, Okinawa, dan Korea.
 
Kepulauan Mariana Utara berjaya dengan memproduksi berbagai hasil pertanian terutama untuk pasar Jepang sampai serangan Jepang ke Pearl Harbor pada tanggal 8 Desember 1941. Setelah Pertempuran Saipan yang mencekam pada tahun 1944, AS merebut kembali Mariana Utara dari Jepang.
 
Pulau-pulau tersebut lalu dijadikan basis pengeboman untuk menyerang daratan Jepang. Dua bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dirakit dan diluncurkan dari Lapangan Utara Tinian.
 
Setelah Perang Dunia II, NMI berada di bawah kendali AS untuk sebuah strategi membangun rasa kepercayaan yang disebut Trust Territory AS di Kepulauan Pasifik. Jepang menjadi sekutu terdekat Amerika, dan menginginkan Iwo Jima dan Okinawa kembali.
 
Dengan demikian, AS menghadapi masalah dalam menemukan tempat untuk menempatkan pangkalan militer mereka. Dengan negosiasi tentang status (NMI) yang dimulai pada awal tahun 1970-an, Kepulauan Mariana Utara dan AS mencapai kesepakatan: orang-orang Mariana Utara akan mendapatkan kewarganegaraan AS; semua tanah akan kembali ke NMI. Sebagai gantinya, Amerika bisa menggunakan Tinian sebagai pangkalan militer. Selain itu, NMI akan mendapatkan dana Federal untuk pendidikan publik, kesehatan masyarakat, dan kesejahteraan masyarakat.
 
Dengan Kovenan yang disetujui pada tahun 1976 itu, NMI secara resmi menjadi negara persemakmuran dalam persatuan politik dengan Amerika Serikat pada tahun 1978.
 
Asia telah menjadi pasar utama Amerika sejak awal 1900-an. Ketika pembicaraan status politik dimulai antara AS dengan Mariana Utara pada awal tahun 1970-an, Presiden AS saat itu, Richard Nixon, seorang Republikan, menekankan pentingnya bisnis.
 
Presiden Nixon ingin membuka hubungan dengan Tiongkok; dia menunjuk Henry Kissinger sebagai Penasihat Keamanan Nasionalnya. Dilahirkan di Jerman, Kissinger adalah seorang ahli dalam bidang geopolitik.
 
Farrell juga sempat berbicara tentang Air Force Divert Airfield, pengalihgunaan lapangan terbang untuk keperluan angkatan udara AS di Tinian. Angkatan Udara AS memilih Tinian sebagai lapangan terbang untuk digunakan sebagai tujuan darurat. 
Baik Gubernur Ralph Torres maupun Pejabat-pejabat Tinian telah menyetujui rencana militer untuk mengalihkan penggunaan lapangan terbang militer. Farrell mencatat bahwa perubahan itu pasti akan membawa pembangunan ekonomi ke pulau tersebut.
 
Mengetahui dan menyadari isu-isu terkini sama pentingnya dengan mengetahui sejarah. Siswa yang mengetahui hal-hal yang terjadi di masyarakat saat ini lebih mampu terhubung dengan dunia nyata.
 
Presentasi Farrell memberi pemahaman yang lebih baik tentang sejarah Mariana Utara. 
 
Mengapa mengetahui sejarah CNMI penting? Sama seperti yang dikatakan mantan Presiden AS Theodore Roosevelt, “The more you know about the past, the better prepared you are for the future” (Semakin banyak kita tahu tentang masa lalu, semakin siap kita menghadapi masa depan).(Marianas Variety/ Elisabeth C. Giay)
loading...

Sebelumnya

Manasseh Sogavare diberi kursi di kabinet

Selanjutnya

Sanksi bagi pemilik anjing tak terdaftar di Cook

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat