Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Air di Ambae tak berbahaya bagi masyarakat
  • Jumat, 24 November 2017 — 09:42
  • 1312x views

Air di Ambae tak berbahaya bagi masyarakat

Tes untuk menganalisa kualitas air di Ambae akibat abu vulkanik yang dilakukan oleh Department of Water Resources (Dinas Sumber Daya Air; DoWR) menunjukkan tidak ada ancaman kesehatan yang berbahaya untuk masyarakat.
Uji kualitas air oleh petugas Department of Water Resources – DVU/ Harrison Selmen
Vanuatu Daily
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Ambae, Jubi – Tes untuk menganalisa kualitas air di Ambae akibat abu vulkanik yang dilakukan oleh Department of Water Resources (Dinas Sumber Daya Air; DoWR) menunjukkan tidak ada ancaman kesehatan yang berbahaya untuk masyarakat.
 
Sumber-sumber utama air yang dianalisa termasuk air dari sistem penampuangan hujan dan air tanah (sumur gali tanah dan sumur bor) yang meliputi bagian Utara, Barat, Timur dan Selatan pulau tersebut.
 
Pengujian yang dilakukan baru-baru ini di Ambae menargetkan abu vulkanik dan rembesan air yang dapat menimbulkan ancaman kesehatan berat bagi masyarakat yang mengkonsumsi air itu.
 
Erie Sami, Manajer Pelaksana Unit Monitoring dan Evaluasi di bawah Dinas DoWR telah menyanggah klaim yang dilaporkan di berita Radio New Zealand Pacific beberapa hari yang lalu dengan menegaskan bahwa, “semua hasil uji kami menunjukkan tingkat Fluorida dan Sulfat yang sangat rendah yang sebelumnya kami duga menjadi ancaman utama bagi kesehatan masyarakat”.
 
Sami mengatakan zat fluorida dan sulfat itu sangat penting apabila kita memperhitungkan dampaknya terhadap kesehatan manusia dan hasil analisa mereka tidak menunjukkan angka yang mengancam.
 
“Semua sampel kami dari berbagai lokasi yang diuji di Vanuatu Services Engie menunjukkan kadar fluorida dan sulfat cukup rendah dan tidak menimbulkan ancaman kesehatan bagi masyarakat dan masih memenuhi standar air minum dan standar WHO.”
 
Standar kualitas air Vanuatu dan WHO yang normal untuk fluorida dalam air bersih adalah 1,5 miligram/liter dan sulfat adalah 250 miligram/liter sementara hasil uji yang diterima oleh DoWR semuanya berkisar antara 0,04 miligram/liter sampai 0,66 miligram/liter untuk fluorida, konsentarasi sulfat tertinggi yang didetekdi di air dari Ambae adalah 15 miligram/liter.
 
“Hujan asam adalah masalah lain lagi. Hindari berenang di air hujan asam dan menampung air hujan yang terbentuk dari awan yang dekat dengan gunung berapi. Boleh menampung air hujan yang terbentuk dari awan yang dekat dengan laut.”
 
DoWR akan terus memantau kualitas air di Ambae dan akan menyarankan jika ada hasil tes yang terkontaminasi oleh abu vulkanik, kata Sami.(Elisabeth C. Giay)
loading...

Sebelumnya

Sanksi bagi pemilik anjing tak terdaftar di Cook

Selanjutnya

Perang suku terjadi lagi di Proyek LNG PNG

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe