Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Perang suku terjadi lagi di Proyek LNG PNG
  • Jumat, 24 November 2017 — 09:50
  • 1742x views

Perang suku terjadi lagi di Proyek LNG PNG

Pemerintah mengatakan keuntungan dari komitmen itu tidak dapat dipenuhi sampai proses identifikasi diselesaikan, sehingga mereka dapat mengidentifikasi pemilik tanah yang benar dan akan menerima segala keuntungannya.
Laki-laki asal Suku Hela – RNZI /Johnny Blades
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Tari, Jubi – Satu lagi perang suku mematikan terjadi di Provinsi Hela, Papua Nugini.
 
Seorang pria ditembak mati di Provinsi Pegunungan, Selasa (21/11/2017) kemarin, memicu serangan balas dendam beberapa jam kemudian.
 
Mantan Walikota ibukota Provinsi Hela, Tari, George Tagobe mengatakan ada rasa ketidakpuasan yang signifikan di provinsi tersebut akibat kegagalan pemerintah dalam membayar royalti dari proyek gas LNG.
 
Tagobe mengatakan, walaupun pada saat pemilihan umum tahun lalu daerah itu diyakini penuh kecurangan, perang antar suku yang tiga bulan menyusul pemilu ini tidak terkait dengan pemilu.
 
“Para panglima perang sedang memburu musuh mereka. Berkeliling dan menembaki orang secara acak, membunuh orang semau mereka. Kemarin baru saja seorang laki-laki muda asal Hela ditembak mati. Dan ada beberapa laporan yang sedang beredar mengatakan tadi malam tiga orang lagi ditembak di Koroba terkait balas dendam pembunuhan yang terjadi kemarin.”
 
Sementara itu, perusahaan Exxonmobil telah menarik staf non-esensial dari lokasi Proyek LNG di Hela di tengah-tengah meningkatnya risiko keamanan.
 
Awal minggu ini perusahaan tersebut berhasil menegosiasikan pelepasan salah satu staf ekspatriatnya yang kabarnya disandera oleh sekelompok pemilik tanah Hela.
 
Para pemilik tanah diketahui merasa frustrasi karena mereka tidak kunjung menerima pembayaran dana yang seharusnya diberikan oleh pemerintah berdasarkan kesepakatan proyek tersebut.
 
Mereka mengeluarkan ultimatum terkait janji pemerintah pada mereka untuk proyek gas LNG.
 
Meskipun proyek bernilai multi-miliar dolar itu telah mengekspor gas selama lebih dari tiga tahun, pemilik tanah di lokasi pusat proyek mengatakan  mereka belum mendapat keuntungan sama sekali.
 
Pemerintah mengatakan keuntungan dari komitmen itu tidak dapat dipenuhi sampai proses identifikasi diselesaikan, sehingga mereka dapat mengidentifikasi pemilik tanah yang benar dan akan menerima segala keuntungannya.
 
Pemilik tanah suku Hides memberikan waktu kepada pemerintah sampai minggu depan untuk menyelesaikan proses identifikasi itu.(Elisabeth C.Giay)
loading...

Sebelumnya

Air di Ambae tak berbahaya bagi masyarakat

Selanjutnya

Pemerintah PNG katakan ekonominya mulai membaik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe