Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Penerbangan subsidi perintis kargo Wamena-Mapenduma dimulai
  • Jumat, 24 November 2017 — 17:18
  • 2263x views

Penerbangan subsidi perintis kargo Wamena-Mapenduma dimulai

“Jadi kalau empat lokasi berarti ada 16 flight dalam satu minggu, dengan asumsi pengangkutannya satu ton per flight, karena pesawat yang digunakan jenisnya caravan C28,” katanya.
Barang-barang yang akan dikirim ke Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga dalam penerbangan perdana subsidi perintis kargo - Jubi/Islami 
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Sebagai tindak-lanjut program jembatan udara atau penerbangan subsidi kargo rute Timika-Wamena yang telah diluncurkan, Selasa (21/11/2017), pemerintah Jayawijaya, pemerintah Nduga dan Bandara Wamena melakukan penerbangan perdana subsidi perintis kargo, Jumat (24/11/2017) dari Wamena ke Mapenduma (kabupaten Nduga).

Sebanyak barang satu ton yang dikirim ke Mapenduma ini, menggunakan pesawat Demonim Air jenis caravan dari Bandara Wamena ke Mapenduma, membawa sejumlah kebutuhan pokok.

Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, Rasburhany mengatakan, sesuai dengan anggaran yang tersedia di sisa tahun ini, subsidi penerbangan perintis kargo telah dimulai dengan rute Wamena-Mapenduma.

Selain Mapenduma, ada pula penerbangan ke Enggolok (Jayawijaya), Mamit (Tolikara) dan Mugi (Nduga), yang mana dalam satu pekan akan ada empat kali penerbangan ke titik-titik tersebut.

“Jadi kalau empat lokasi berarti ada 16 flight dalam satu minggu, dengan asumsi pengangkutannya satu ton per flight, karena pesawat yang digunakan jenisnya caravan C28,” katanya.

Harapnya, kata Rasburhany, program ini bisa menunjang terkait dengan disparitas harga di Wamena dengan empat distrik tersebut, yang mana subsidi yang diberikan untuk penerbangan perintis ini 100 persen merupakan subdisi pemerintah pusat, sementara untuk penerbangan Timika-Wamena subdisi yang diberikan hanya 50 persen.

“Untuk sistem pengawasan terhadap barang yang akan dimuat melalui penerbangan angkutan perintis kargo ini, adalah melalui cara menempelkan lebel yang sudah kami sediakan, juga disesuaikan dengan manifest sehingga jangan sampai misalnya maksimal satu ton yang terkirim, apakah satu ton itu adalah barang-barang subsidi semua, jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi ini,” ujarnya.

Maka dari itu, pihak bandara juga akan bekerjasama dengan dinas perindustrian dan perdagangan masing-masing kabupaten, agar dapat menempatkan personelnya di Bandara.

“Kalau untuk ke Mamit (Tolikara), sampai hari ini kita putus koordinasi dengan pemerintah Tolikara, tetapi kami coba agar dalam waktu satu hingga dua hari ke depan kami coba menghubungi mudah-mudahan minggu depan bisa dikirim,” ucapnya.

Kepala Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak berjadwal, Direktorat Angkutan Udara, Kementerian Perhubungan, Abdul Haris mengatakan, program pemerintah pusat, ada beberapa kegiatan untuk penerbangan perintis ini yaitu subsidi angkutan udara penumpang perintis, subsidi angkutan perintis kargo dan subsidi angkutan BBM karena ketidaktersediaan pertamina di lokasi sehingga pemerintah mensubdisi, serta subsidi angkutan kargo.

“Yang membedakan di sini hanya jenis pesawatnya. Ini dapat berjalan karena koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pihak bandara dan pemerintah kabupaten,” ujar Abdul Haris. (*)

loading...

Sebelumnya

Wabup Jayawijaya cek langsung penggunaan dana kampung

Selanjutnya

Penyelenggara udara dan Kejaksaan teken MoU bidang hukum

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe