Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Modal sarung delapan Napi Lapas Nabire kabur
  • Minggu, 26 November 2017 — 08:20
  • 992x views

Modal sarung delapan Napi Lapas Nabire kabur

Para Napi mampu kabur pada Kamis, 23 November 2017, sekitar pukul 16.30 WP atau setengah jam sebelum penguncian kamar Lapas.
Kantor Lapas Kelas IIB Nabire, Papua - Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi - Delapan narapidana (Napi) di lembaga pemasyarakatan Nabire kabur dengan cara memanfaatkan sarung untuk memanjat tembok. Para Napi mampu kabur pada Kamis, 23 November 2017, sekitar pukul 16.30 WP atau setengah jam sebelum penguncian kamar Lapas.

“Mereka memanjat pagar rutan menggunakan sarung” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Kelas IIB Nabire, Papua, Sopian Palu, Sabtu (25/110217).

Menurut Sopian, kejadian kaburnya para Napi terjadi saat salah satu petugas sipir sedang berada di areal depan Lapas. “Setelah menerima informasi tentang terjadinya pelarian itu, langsung kami dilaporkan oleh beberapa masyarakat yang tinggal di sekitar Lapas," ujar Sopian menambahkan.

Sejumah napi yang kabur meliputi  Martinus Pikei, Irfan Makuker, Andi Bahtiar, Dadi Irjayadi,  Melkianus Kore,  Aris Pramono Yohanis Lando dan Nus Gobay.

Hasil rekontruksi menunjukan, para napi dari kamar langsung menuju tembok keliling.

Sopian mengaku telah membuat tim pencarian di internal melalui Satgas Kamtib dan berkoordinasi dengan Kapolres Nabire. Menurut dia,  lapas tersebut sangat minim infrastruktur bangunan, tidak ada pagar pembatas dari kamar menuju tembok keliling.

Selain itu Lapas Nabire belum punya fasilitas CCTV  dan minim personil, sehingga sulit memantau. Sedangkan kapasitasnya melebihi  batas, karena sudah menampung 160 warga binaan dari kapasitas normal 150 orang.

"Selain itu kondisi Lapas memang sangat riskan pada saat yang bersangkutan narapidana ini berada di balik kamarnya," katanya.

Rahman, salah satu petugas Lapas Kelas IIB Nabire, mengatakan telah bekerja sama dengan kepolisian usai kejadian pelarian napi.

"Pukul 18.30 WP personil sudah merapat ke lapas dan kita sama-sama saat itu dan setelah melakukan olah TKP," ungkapnya.

Menurut dia, barang bukti sarung yang disobek hingga berbentuk untaian tali ditemukan sebagai bukti  pelarian.

"Jadi sarung itu dijadikan layaknya tali yang untuk akses mereka di saat memanjat dinding tembok pada saat melarikan diri," katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Penembakan mobil PT Freeport Indonesia kembali terjadi

Selanjutnya

Terdakwa korupsi bebas, JPU Kejari Jayapura dicopot

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe