Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Kampung Adat harus diterapkan di seluruh Papua
  • Selasa, 25 Oktober 2016 — 15:22
  • 1003x views

Kampung Adat harus diterapkan di seluruh Papua

Wagub juga berharap agar penerapan kampung adat yang telah ditetapkan ini, kedepannya bisa memiliki database yang komplit. Dengan demikian semua kebutuhan masyarakat lokal dengan mudah terjawab dan terakomodir.
Wagub Klemen Tinal dan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam acara kebangkitan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura - Jubi/Engelbert Wally
Engelbert Wally
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sentani, Jubi – Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Klemen Tinal mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam melakukan terobosan –terobosan terbaik bagi kepentigan masyarakatnya.

“Sebagai pimpinan daerah, kami memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura terkait pemberdayaan masyarakat adat melalui pembentukan kampung adat, Ini sangat diharapkan bisa diikuti oleh seluruh daerah di Papua,” jelas Wagub Klemen Tinal di Sentani. Senin (24/10/2016).

Menurutnya, keberadaan kampung adat jangan salah diartikan. Kehadirannya sangat diharapkan untuk kepentingan masyarakat walaupun upaya ini memang tidak mudah dan butuh waktu lama.

“Saya memberikan contoh, saat ini Pemerintah Kabupaten Jayapura sedang menanam kelapa.Menunggu pohon kelapa itu berbuah pastinya lama. Berbeda dengan hari ini kita menanam jagung, singkong dan ubi. Dalam waktu tiga bulan kedepan kita sudah mendapat hasilnya, tetapi begitu panen pasti habis juga. Oleh sebab itu, kita sangat sepakat dengan kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura,” ungkapnya.

Wagub juga berharap agar penerapan kampung adat yang telah ditetapkan ini, kedepannya bisa memiliki database yang komplit. Dengan demikian semua kebutuhan masyarakat lokal dengan mudah terjawab dan terakomodir.

Sementara itu, Kornelis Yanuaring Wakil Ketua II DPR Kabupaten Jayapura mengaku dalam Peraturan Daerah (Perda) yang telah ditetapkan banyak mengatur fungsi dan wewenang pembentukan kampung adat itu sendiri.

“Aturan telah menegaskan tentang bagaimana membentuk sebuah kampung adat. Di dalam Perda sangat jelas.Didalam perda diatur sebuah kampung adat harus memiliki badan peradilan adat, badan mussyawarah adat hingga status pembentukannya,” ungkapnya.(*)

loading...

Sebelumnya

ASN Papua diimbau jaga persatuan

Selanjutnya

Penanganan DAS harus dilakukan multisektor

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]ubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe