Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Ketua Dewan Pers soroti media abal-abal
  • Minggu, 26 November 2017 — 19:27
  • 1485x views

Ketua Dewan Pers soroti media abal-abal

“Saya harus jujur kalau dewan pers kesulitan dalam melakukan kontrol terhadap keberadaan para jurnalis di Indonesia. Itu dikarenakan munculnya banyak media abal-abal,” katanya.
Ketua Dewan Pers, Yoseph Ady Prasetyo sedang memberikan materi di Grand Serpong Hotel Tangeran-Banten – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Banten, Jubi – Ketua Dewan Pers, Yoseph Ady Prasetyo menyoroti maraknya media abal-abal di Indonesia yang tumbuh subur dari tahun ke tahun. Jumlah media abal-abal baik cetak maupun elektronik mencapai ribuan. Akibatnya, dewan pers kewalahan mengontrol secara rutin.

Demikian disampaikan Yoseph saat pemaparan indeks kemerdekaan pers (IPK) di Grand Serpong Hotel Tangerang, Banten, Jumat (24/11/2017).

“Saya harus jujur kalau dewan pers kesulitan dalam melakukan kontrol terhadap keberadaan para jurnalis di Indonesia. Itu dikarenakan munculnya banyak media abal-abal,” katanya.

Munculnya media abal-abal, lanjut Yoseph, lebih cenderung dengan misi tertentu untuk mengejar kerja sama dengan instansi pemerintah yang ada. Selain itu, medianya muncul  saat ada iklan pelantikan pejabat. Selanjutnya menghilang begitu saja.

Jurnalis media abal-abal terus aktif, kata dia, apalagi saat ada jumpa pers. Padahal, yang diundang hanya beberapa jurnalis yang memiliki media jelas dan ikut berkontribusi melalui tulisan untuk pembangunan daerah.

Dikatakan, saat ini, Dewan Pers sedang memikirkan langkah tepat untuk ‘membendung’ lajunya media abal-abal di Indonesia dengan menyelenggarakan uji kompetensi bagi wartawan. Itu menjadi salah satu alternatif.

“Jadi, dengan uji kompetensi  sekaligus jurnalis bersangkutan mengantongi kartu, maka secara leluasa bisa melakukan aktivitas jurnalistik sebagaimana biasa,” tuturnya.

Dewan Pers, jelas dia, akan mengeluarkan surat resmi kepada pemerintah baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, agar tak melayani wartawan yang tidak menunjukkan identitas berupa kartu uji kompetensi.

Hal serupa disampaikan anggota Dewan Pers lainnya, Jimmy Silalahi. Menurut dia, dengan munculnya  banyak media abal-abal, mengundang penilaian miring dari masyarakat.

“Kenapa saya katakan demikian, karena jurnalis yang memiliki media abal-abal itu, tak melaksanakan tugas jurnalistik dengan baik. Sehingga citra dunia kewartawanan menjadi tercoreng,” tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Meliput wilayah konflik tak cukup modal berani

Selanjutnya

Dewan Pers beri mandat ahli pers di daerah dampingi jurnalis

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe