Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Infrastruktur
  3. PLN pastikan Yahukimo dan Deyai terang Oktober
  • Selasa, 25 Oktober 2016 — 16:07
  • 1737x views

PLN pastikan Yahukimo dan Deyai terang Oktober

Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kabupaten Yahukimo beberapa waktu lalu - Jubi/Yuliana Lantipo
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Papua dan Papua Barat memastikan dua kabupaten pegunungan, yakni Yahukimo dan Deyai akan mendapat pasokan listrik pada 27 Oktober 2016. Sementara sembilan daerah lainnya akan diupayakan pada 2017.

General Manager PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, Yohanes Sukrislismono mengatakan sampai saat ini pihaknya terus berupaya untuk menerangi seluruh wilayah Papua.

"Kami terus berupaya dan berpacu dengan waktu agar target Papua terang di 2019 mendatang sebagaimana instruksi Presiden, bisa benar-benar diwujudkan," kata Yohanes, di Jayapura, Senin (24/10/2016).

Sampai dengan 2016, jelas Yohanes, rasio elektrifikasi di Papua dan Papua Barat baru mencapai 52 persen. Angka tersebut dinilai sangat kecil. "Sehingga jika diambil perbandingan dalam 10 rumah, berarti hanya lima rumah yang berlistrik," ucapnya.

Untuk itu, kata ia, PLN dalam program Papua terang telah memetakan masalah kelistrikan yang akan dibangun hingga 2019 mendatang. Dimana dari 14.000 kota dan kabupaten, 10 daerah di Papua dan empat di Papua barat belum berlistrik PLN.

"Untunglah di 17 Agustus lalu kita sudah listriki tiga kabupaten di Papua Barat, yakni Teluk Wondama, Raja Ampat dan Pegunungan Arfak. Sementara di Papua, nanti di akhir bulan ini di Yahukimo dan Deyai," katanya.

Dalam setahun pihak PLN Papua mentargetkan untuk mengalirikan listrik di 1.000 desa. Pekerjaan besar itu, tentunya membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan kelistrikkan di tanah Papua dan Papua Barat, untuk dapat mewujudkannya.

"Karena itu, saya minta kita semua bersemangat memenuhi kerinduan masyarakat Papua yang ingin punya listrik hingga ke ujung desa. Sebab program kita tak hanya memberi lirstrik tetapi ingin meningkatkan jam nyala dari sebelumnya hanya enam atau 12 jam, menjadi maksimal 18 jam," ucapnya.

Dan dalam program kami, ada 72 lokasi di Papua dan Papua Barat yang belum merasakan bagaimana nikmatnya listrik. Inilah yang menjadi tugas berat bagi kita semua, sehingga kami mohon bantuan dari seluruh stakeholder yang ada. Sebab melistriki Papua tidak semudah menulis diatas kertas dan merencanakannya," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua, Adolof Asmuruf meminta PT. PLN (Persero) Papua dan Papua Barat tidak hanya berpikir Papua terang benderang, tetapi bagaimana menyediakan ketenagalistrikan untuk kawasan industri di Papua kedepan.

"Provinsi Papua masih membutuhkan pasokan listrik ke daerah-daerah terpencil, belum lagi kalau kita bicara kebutuhan listrik untuk industri. Jadi Presiden Jokowi bilang Papua terang benderang itu sudah bagus, tapi PLN juga harus pikirkan pasokon listrik untuk kawasan industri nantinya," kata Adolof.

Karena itu, Adolof menambahkan, jika kawasan industrinya terus berkembang pesat, maka tejadi pendapatan provinsi dan kabupaten. Sehingga kita mendorong pihak PLN untuk menyediakan listrik juga untuk industri di Provinsi Papua.

"Kita sudah bangun komunikasi dengan para pengusaha dari Jawa Timur, hanya ada kendala,  sehingga program yang dirancang Kadin Papua belum bisa diwujudkan dalam tahun," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Semua pihak harus mendukung program kelistrikan di Papua

Selanjutnya

Pemkab Deiyai segera resmikan proyek listrik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe