Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. Sopir minta Pemkab Nabire tertibkan terminal pasar Kartum
  • Selasa, 27 November 2017 — 09:28
  • 1124x views

Sopir minta Pemkab Nabire tertibkan terminal pasar Kartum

Terminal angkutan umum antar distrik Nabire-Wanggar l di pasar Karang Tumaritis (Kartum) sudah bertahun-tahun semrawut. Angkutan kota kini tak lagi mangkal di terminal tersebut lantaran sudah dipenuhi pedagang dan berubah menjadi pasar dadakan.
Situasi angkutan antar distrik dan pedagang di pasar Karang Tumaritis Nabire - Jubi/CR-1
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi - Terminal angkutan umum antar distrik Nabire-Wanggar l di pasar Karang Tumaritis (Kartum) sudah bertahun-tahun semrawut. Angkutan kota kini tak lagi mangkal di terminal tersebut lantaran sudah dipenuhi pedagang dan berubah menjadi pasar dadakan.

"Ini sudah lama kita selalu baku marah dengan mama-mama yang jualan di area terminal ini," kata Jhon, seorang sopir angkutan, saat ditemui Jubi, Jumat (24/11/2017) pekan lalu.

Jhon mengatakan tidak hanya saling adu mulut, pernah juga para sopir berkelahi dengan Polisi Paming Praja (Pol PP) yang bertugas di wilayah tersebut.

"Awalnya karena kami selalu bingung mau parkir dimana. Padahal area ini khusus untuk angkutan antar distrik," katanya.

Jhon juga mengatakan berbeda dengan dulu, kini terminal tersebut carut marut.

"Kami juga susah sekali untuk parkir di area ini. Apalagi pada pagi hari. Mau parkir di dalam, pedagang-pedagang sudah tutup jalan. Mau parkir di jalan, Polantas pernah tegur kami. Susah kalau begini," katanya.

Jhon juga minta Pemerintah kabupaten Nabire melalui Dinas Perhubungan bisa menertibkan kesemrawutan ini.

"Ini yang paling penting. Kasihan kalau kami antara pedagang dan sopir selalu baku marah. Padahal pihak yang berwajib untuk mengurusi masalah ini ada," katanya.

Seorang pedagang di pasar Kartum, Yuliana Mote, yang berjualan di pinggir terminal mengatakan dirinya berjualan disitu karena di dalam pasar sudah sangat penuh.

"Pasar di dalam juga ditutupi pedagang-pedagang non Papua semua," katanya.

Mama Yuliana juga mengakui dirinya mempunyai tempat di dalam pasar tetapi sengaja disewakan ke pedagang lain.

"Jualan ini saja tidak cukup. Sewa tempat sama jualan sayur sedikit saja tidak cukup," katanya.

Mama Yuliana mengatakan kondisi keluarga yang sangat susah, ditambah dengan anak-anaknya yang banyak dan masih sekolah membuat dirinya menyewakan tempat berjualan miliknya.

"Waktu anak-anak masuk sekolah dan saya tidak punya uang, akhirnya tempat saya sewakan," kata mama Yuliana.

Saat ditanya apakah ia setuju dengan permintaan penertiban terminal, mama Yuliana menyatakan setuju.

"Pemerintah harus tertibkan. Tapi juga harus tanggug jawab soal kami mama-mama Papua ini.  Hidup susah. Kami mama-mama sama sopir-sopir juga selalu baku marah terus," katanya. (CR-1)

loading...

Sebelumnya

Disdukcapil Biak sediakan kolom aliran kepercayaan

Selanjutnya

RSU Nabire diminta berikan data penggunaan anggaran 2016

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe