Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Aktivis perempuan Jayawijaya kampanyekan 16 hari tanpa kekerasan
  • Senin, 27 November 2017 — 20:35
  • 775x views

Aktivis perempuan Jayawijaya kampanyekan 16 hari tanpa kekerasan

Kampanye itu sebagai upaya penghapusan kekerasan dan pelayanan berkualitas bagi perempuan korban kekerasan di daerah.
Penyerahan petisi dukungan agar RUU penghapusan kekerasan terhadap perempuan kepada Asisten I Sekda Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Ratusan perempuan Jayawijaya menggelar kampanye 16 hari tanpa kekerasan. Kampanye itu sebagai upaya penghapusan kekerasan dan pelayanan berkualitas bagi perempuan korban kekerasan di daerah. Tercatat kampanye bersama itu melibatkan USAID, Yayasan Teratai Hati Papua, Yayasan Humi Inane suara perempuan  dan pemerintah daerah setempat.

“Kampanye itu dilakukan mulai 25 November 2017 hingga 10 Desember 2017 bertepatan hari HAM internasional,” kata ketua panitia kampanye bersama 16 hari tanpa kekerasan, Dolly Waine, di gedung Ukumearek Asso Wamena, Senin (27/11/2017).

Dolly mengaku kampanye itu sebenarnya dimulai 22 November 2017, namun sengaja dilaksanakan  pada 25 November 2017 bertepatan hari internasional penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Kampanye dilakukan dengan membuat petisi atau tanda tangan bersama sebagai komitmen menyuarakan agar DPR RI segera mengesahkan rancangan undang-undang tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

“Kekerasan terhadap perempuan ini juga merupakan suatu pelanggaran terhadap HAM, makanya kami ingin agar undang-undang tentang perlindungan terhadap perempuan,” kata Dolly menjelaskan.

Asisten I Sekda Jayawijaya, Tinggal Wusono, mengatakan kampanye itu merupakan dukungan terhadap pemerintah pusat berupaya menghapus kekerasan terhadap perempuan. “Lewat regulasi khususnya undang-undang dan dapat diprogramkan dalam legislasi nasional pada 2018 maupun pada masa periode berikutnya,” kata Tinggal.

Tinggal berharap banyaknya informasi terhadap kekerasan bagi perempuan di Jayawijaya akan menyadarkan masyarakat  bahwa hak perempuan masih banyak yang belum sesuai dengan ketentuan.

“Baik hak menyangkut kebebasan sendiri, hak dalam lingkup pemerintah, hak dalam pendidikan maupun hak lain yang secara adat masih domainnya perempuan itu sendiri,” kata Tinggal menjelaskan.

Menurut dia, selama ini hak perempuan belum bisa diwujudkan sesuai yang diharapkan. (*)

loading...

Sebelumnya

Guru SD Lanny Jaya dilatih berliterasi matematika

Selanjutnya

Kekerasan perempuan dan anak di Jayawijaya tinggi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe