Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Kekerasan perempuan dan anak di Jayawijaya tinggi
  • Senin, 27 November 2017 — 21:06
  • 962x views

Kekerasan perempuan dan anak di Jayawijaya tinggi

Yayasan Humi Inane (Suara Perempuan), menyampaikan kasus kekerasan perempuan dan anak di Jayawijaya pada tahun 2017 mencapai 297 kasus.
Dukungan dengan tanda tangan terhadap penghapusan kekerasan terhadap perempuan di Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Angka kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Jayawijaya tergolong tinggi, hal itu dibuktikan dengan data sejak tahun 1999 hingga 2017 yang mencapai 3.297 kasus. Selain itu Yayasan Humi Inane (Suara Perempuan), menyampaikan kasus kekerasan perempuan dan anak di Jayawijaya pada tahun 2017 mencapai 297 kasus.

“Ini masih cukup tinggi tiga kasus kekerasan anak termasuk di dalamnya,” kata Direktur Humi Inane (Suara Perempuan) Margaretha Wetipo, Senin (27/11/2017).

Ia menyebutkan kasus kekerasan itu termasuk kekerasan psikis maupun seksual. Margaretha menyebutkan dalam kurun waktu tiga tahun sejak 2015 hingga 2016 menunjukan  angkanya cenderung meningkat dari 215 kasus menjadi 331 kasus.

“Penyebab terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan itu karena seksual,” kata Margaretha, menjelaskan.

Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak membuat para aktivis perempuan menggelar kampanye 16 hari tanpa kekerasan bertepatan hari tanpa kekerasan terhadap perempuan pada tanggal 27 November 2017.

Kampanye itu  mendorong agar pengambil kebijakan, dalam hal ini pemerintah daerah bisa melihat kondisi kekerasan pada perempuan dan anak di Jayawijaya. Margaretha menyebutkan telah menjalin kerja sama dengan pemerintah  memberikan pendampingan namun kadang kurang direspon.

“Kami sudah melampirkan surat rekomendasi ke dinas terkait tapi tidak direspon," katanya.

Asisten I Sekda Jayawijaya, Tinggal Wusono, mengakui  tingginya angka kekerasan perempuan di daerah. Menurut dia perhatian pemerintah daerah tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak  telah dilakukan oleh dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan KB Jayawijaya

.“Itu adalah bagian dari urusan wajib yang diakomodir oleh pemerintah,” kata Tinggal .

Menurut dia, data kekerasan perempuan dan anak  dari aktivis perempuan akan dijadikan landasan mengambil kebijakan penanganan setiap kasus. “Karena terkait dengan perencanaan dan program, itu dasarnya adalah kasus yang terjadi di masyarakat,” kata Tinggal menjelaskan.

Tinggal berharap  aktivis perempuan dan anak terus menggelar sosialisasi  mencari dukungan penghapusan kekerasan dengan membuka  informasi atau laporan yang mudah sehingga SKPD teknis bisa memetakan.

Selain itu secara berjenjang akan melakukan penyusunan program dan kegiatan untuk melakukan penanganan secara baik. (*)

loading...

Sebelumnya

Aktivis perempuan Jayawijaya kampanyekan 16 hari tanpa kekerasan

Selanjutnya

IMAMAT apresiasi Pemkab Mamteng bebaskan 18 mahasiswa di Manado

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe