Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. IMAMAT apresiasi Pemkab Mamteng bebaskan 18 mahasiswa di Manado
  • Selasa, 28 November 2017 — 08:44
  • 742x views

IMAMAT apresiasi Pemkab Mamteng bebaskan 18 mahasiswa di Manado

Pengurus Ikatan Mahasiswa Mamberamo Tengah (IMAMAT) kota studi Manado, Sulawesi Utara, Wemius menegaskan hal itu menyusul ditahannya 18 mahasiswa Mamberamo Tengah di kota Manado oleh kepolisian setempat yang diduga melakukan penganiayaan terhadap pegawai Mamteng yang hendak melakukan pendataan bantuan studi akhir, Sabtu (18/11/2017) di Manado.
Pengurus IMAMAT bersama para orang tua mahasiswa Mamberamo Tengah di kota Manado saat memberikan keterangan pers - Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
jean@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Wemius Kogoya, pengurus Ikatan Mahasiswa Mamberamo Tengah (IMAMAT) kota studi Manado, Sulawesi Utara, mengapresiasi sikap Pemerintah kabupaten (Pemkab) Mamberamo Tengah yang menjamin dibebaskannya 18 mahasiswa Mamteng di Manado.

"Kedatangan kami pengurus IMAMAT ke Papua adalah menyambut positif sikap pemerintah daerah untuk membebaskan mahasiswa yang ditahan Kepolisian Manado," katanya, dalam keterangan pers kepada wartawan di Jayapura, Senin (26/11/2017).

Wemius menegaskan hal itu menyusul ditahannya 18 mahasiswa Mamberamo Tengah di kota Manado oleh kepolisian setempat yang diduga melakukan penganiayaan terhadap pegawai Mamteng yang hendak melakukan pendataan bantuan studi akhir, Sabtu (18/11/2017) di Manado.

Depen Tabuni yang mendampingi Wemius menambahkan mereka sudah mendapat lampu hijau dari Pemkab Mamteng serta menggaransi 18 rekan seprofesi mereka dibebaskan hari ini karena tidak ada sangkut paut dengan aksi demo mahasiswa Mamteng di Jayapura.

"Besok teman-teman kita yang 18 orang akan bebas dan sudah ada jawaban positif dari Pemkab Mamteng, jadi tidak perlu demo kalau untuk kepentingan orang tertentu dalam rangka politik," ujarnya.

Yaron Yikwa, perwakilan orang tua mahasiswa Mamteng dari Wamena, mengatakan berterima kasih kepada pemerintah daerah yang proaktif memperhatikan mahasiswa yang sudah ditahan agar dibebaskan, meski mereka sudah lakukan penganiayaan.

"Kami orang tua dan mahasiswa kota studi Manado tidak setuju dan sepakat tidak terlibat dalam aksi demo damai," kata Yaron Yikwa.

Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Pelajar Mamberamo Tengah (HMPMT) Kota Jayapura berencana menggelar demo damai di Kantor Gubernur Papua, Dok II, Rabu (27/11/2017).

Koordinator umum aksi demo, Marvin, bersama ketua HMPMT, Meki Pugumis, serta Jonas Endama, Sekretaris HMPMT, dalam surat seruan kepada seluruh mahasiswa Mamteng di Jayapura menyampaikan mengamati persoalan yang terjadi di kabupaten Mamteng dalam kurun waktu 5 tahun kepemimpinan bupati Ham R Pagawak.

Salah satunya pemerintah kabupaten Mamteng belum pernah berikan bantuan mahasiswa dana studi akhir maupun beasiswa kepada mahasiswa studi berjalan sejak 2013 sampai 2017. (*)

loading...

Sebelumnya

Kekerasan perempuan dan anak di Jayawijaya tinggi

Selanjutnya

Tokoh Pegunungan tengah jamin peringatan kemerdekaan Papua damai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe