Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Festival Bahari Teluk Tanah Merah wujud pemberdayaan masyarakat
  • Selasa, 28 November 2017 — 09:15
  • 409x views

Festival Bahari Teluk Tanah Merah wujud pemberdayaan masyarakat

Festival Bahari Teluk Tanah Merah (FBTTM) yang merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Jayapura, tahun ini memasuki gelaran ketiga sejak pertama diselenggarakan tahun 2015.
Penutupan Festival Bahari Teluk Tanah Merah ditandai dengan penabuhan tifa secara massal - Jubi/Engel Wally  
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Festival Bahari Teluk Tanah Merah (FBTTM) yang merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Jayapura, tahun ini memasuki gelaran ketiga sejak pertama diselenggarakan tahun 2015.

FBTTM merupakan wujud peningkatan dan pemberdayaan masyarakat adat melalui pelestarian nilai budaya yang ada, secara khusus masyarakat pesisir di wilayah pembangunan tiga dan empat di kabupaten Jayapura. 

Dalam gelaran tahun ketiga ini, yang dilaksanakan 23-25 November, di pantai wisata Tablanusu kampung Entiyebo distrik Depapre, diyakini proses pelaksanaannya sudah menunjukkan peningkatan dibanding dua tahun sebelumnya.

Hal ini dinyatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kris Kores Tokoro, dalam sambutannya mewakili Pelaksana Tugas Bupati Jayapura ketika menutup FBTTM.

"Festival bahari tahun ketiga ini sudah ada peningkatan, dimana dua tahun sebelumnya semua peserta didominasi mereka yang sudah berumur (orang tua-Red). Tetapi tahun ini ada peningkatan yang sangat signifikan karena sebagian peserta adalah pemuda dan pemudi di masing-masing kampung yang datang membawakan tarian dan lagu dalam pementasan. Kita berharap agar kondisi ini terus berjalan di tahun-tahun mendatang dalam gelaran yang sama," ujar Kris Kores Tokoro, Sabtu (25/11/2017) pekan lalu.

Kris Tokoro juga sempat menyinggung soal informasi yang menyebutkan FBTTM digelar atas dasar keinginan perorangan. Hal tersebut sama sekali tidak benar. FBTTM sudah menjadi agenda rutin pemerintah daerah dan dilaksanakan atas kerjasama semua komponen masyarakat.

"Kalau ada yang bilang festival ini dibuat atas keinginan satu dua orang saja, saya mau bilang sama orang tersebut bahwa kalau yang bersangkutan mampu melaksanakan iven seperti ini, silakan buat sendiri. Festival kali ini memasuki tahun ketiga dan dilaksanakan atas dasar perencanaan dan kerjasama semua pihak," tegasnya.

Mewakili pemerintah daerah, Kris Tokoro menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang secara bersama-sama telah menyukseskan FBTTM tahun 2017. Secara khusus kepada masyarakat adat kampung Tablanusu dan keluarga besar Habel Melkias Suwae yang bersedia memberikan tempat untuk dilaksanakan gelaran festival budaya ini.

"Kami juga mengakui ada banyak kendala yang terjadi seperti cuaca yang tidak bersahabat di awal pelaksanaan kegiatan ini bahkan sampai dengan hari terakhir, termasuk fasilitas pendukung lainnya. Kendati demikian festival ini dapat berjalan dengan baik sampai selesai dan kita semua dapat menikmati pementasan yang ditampilkan masing-masing kampung. Kami berharap tahun depan harus lebih baik lagi dan dipertahankan untuk tahun yang akan datang," jelasnya.

Ganefo, Ketua panitia festival, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan dalam FBTTM atraksi dan lomba yang diikuti masyarakat dari setiap kampung di wilayah pembangunan II yang meliputi Demta, Yokari, Ravenirara, Depapre, dan Sentani Barat Moi.

"Atraksi meliputi pementasan tarian budaya, lemonnipis, Yospan, lagu, vokal grup, teater, dan lomba meliputi lomba lari dan stand pameran. Stand pameran dalam festival kali ini diikuti sebanyak 11 stand dari pemerintah daerah yang diwakili masing-masing dinas serta stand dari kelompok masyarakat yang ada di setiap kampung. Untuk lomba lari 5 Km tingkat sekolah dasar sudah dilaksanakan, sementara lomba perahu tradisional tidak dilaksanakan karena masalah teknis," ungkapnya. 

Penutupan FBTTM ditandai penabuhan tifa secara massal oleh ketua panitia, pemerintah distrik, dan seluruh Forkopimda yang hadir. Puncak acara penutupan FBTTM dilaksanakan acara lemonnipis secara bersama panitia dan juga peserta dan masyarakat yang dipimpin langsung tim lemonnipis kampung Tablanusu. (*)

loading...

Sebelumnya

DPRD minta Dinas Pendidikan perhatikan pendidikan di kampung  

Selanjutnya

Festival Bahari Teluk Tanah Merah, promosi dan pembangunan infrastruktur penting

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe