Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Di Papua gas melimpah tapi harga tak murah 
  • Selasa, 28 November 2017 — 16:38
  • 743x views

Di Papua gas melimpah tapi harga tak murah 

Pengamat energi, Ugan Gandar, mengatakan potensi sumber daya alam yang melimpah di Papua khususnya gas namun hasilnya belum banyak bisa dinikmati masyarakat Papua secara murah. Papua dan Papua Barat sangat kaya dengan potensi gas, sementara hingga kini harga elpiji di wilayah ini jauh lebih mahal dibanding daerah lain.
Launching bright gas dari Pertamina beberapa waktu lalu - Jubi/Sindung
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Pengamat energi, Ugan Gandar, mengatakan potensi sumber daya alam yang melimpah di Papua khususnya gas namun hasilnya belum banyak bisa dinikmati masyarakat Papua secara murah. Papua dan Papua Barat sangat kaya dengan potensi gas, sementara hingga kini harga elpiji di wilayah tersebut jauh lebih mahal dibanding daerah lain.

“Maka harus ada sinergitas bersama antara pemerintah daerah dalam hal ini anggota DPRD ataupun anggota DPD ataupun DPR RI, media dan Pertamina yang berusaha mendesak pemerintah pusat untuk bisa memaksimalkan kekayaan alam tersebut untuk kepentingan masyarakat di Tanah Papua. Sekarang mau nggak stakeholder daerah ini menyuarakannya,” katanya kepada wartawan, Minggu (25/11/2017) malam.

“Terus suarakan dari sini, agar pemberi kebijakan ini mau melihat, mendengar, dan memberikan kebijakannya untuk masyarakat Papua. Kalau menteri tra bisa memberikan jawaban ya Presiden,” ujar mantan Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPB) itu.

Terkait program BBM Satu Harga yang dilaksanakan PT Pertamina, dirinya menilai Pertamina di Papua memiliki tugas berat untuk menjalankan program tersebut.

Menurut Gandar, sudah semestinya masyarakat di kawasan timur Indonesia, termasuk Papua, bisa merasakan harga yang sama seperti yang berlaku di wilayah tengah dan barat Indonesia.

"Dalam menjalankan misi BBM satu harga ini, kita harus mengakui bahwa Pertamina juga mengalami kerugian dalam melakukan pendistribusian BBM ke daerah. Akan tetapi hal itu menurut saya sudah menjadi salah satu resikonya sebagai perusahaan negara," ujarnya.

Gandar juga berharap Direksi Pertamina harus punya komitmen untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi BBM yang harus dilakukan cukup jauh dan menggunakan moda transportasi laut.

“Jika tidak maka akan ada yang menggunakannya di ranah politik dan Pertamina yang akan juga disalahkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Menteri BUMN, Rinie Soemarno, mengungkapkan BUMN sebagai salah satu penggerak roda perekonomian BUMN Indonesia. Melalui program BUMN Hadir untuk Negeri terus memperhatikan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di daerah pedalaman dan daerah terluar dari Indonesia. Program BBM Satu Harga, Pertamina ikut membantu mensejahterakan masyarakat. 

"Jadi keuntungan Pertamina ini dijadikan untuk menjalankan program BBM Satu Harga, agar masyarakat di daerah Papua dan juga masyarakat daerah pelosok dapat merasakan harga yang sama dengan harga BBM di Jawa, dan ini sangat membantu untuk mensejahterakan masyarakat di daerah sini," ujar Rinie. (*)

loading...

Sebelumnya

Bukukan satu juta pembelian, Vario Astra Motor gelar Premium Vario Day

Selanjutnya

Ini penjelasan BPJS Kesehatan terkait isu tak tanggung semua biaya 8 penyakit

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe