Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bali & Nusa Tenggara
  3. Gunung Agung muntahkan pasir dan kerikil
  • Selasa, 28 November 2017 — 18:32
  • 1306x views

Gunung Agung muntahkan pasir dan kerikil

Gunung Agung memuntahkan material berupa pasir dan kerikil yang terpantau jatuh di Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem.
Pada pukul 13.27 WITA Gunung Agung memuntahkan material pasir dan kerikil yang jatuh di lokasi sekitar 4-5 kilometer dari puncak gunung api tersebut. CNN Indonesia/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal | Jubi
 

Bali, Jubi - Semburan abu disertai material abu dan pasir dirasakan oleh sejumlah warga sekitar lokasi rawan Gunung Agung Karangasem Bali, Selasa (28/11). Bahkan saat ini pihak Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan aktivitas Gunung Agung memasuki fase makin kritis dan akan memasuki fase yang lebih besar.

Melihat kondisi ini, PVMBG memprediksi dalam hitungan jam gunung tertinggi di Bali itu akan meletus dengan skala besar.

"Aktivitas Gunung Agung memasuki fase yang lebih besar. Artinya volume material yang keluar cukup besar," kata Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, I Gede Suantika di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Selasa (28/11).

Suantika menjelaskan pihaknya mencatat baru kali ini Gunung Agung alami over scale di mana aliran magma dari bawah ke atas itu sampai over scale.

Dia mengaku terjadi over scale selama setengah jam hari ini dari jam 13.30 Wita. "Over scale itu artinya apa, yaitu amplitudo yang kita catat di alat kita tidak lagi bisa mencatat karena besarnya. Over scale batas amplitudo 23 mm. Itu sekarang sudah tidak tercatat yang tadi lebih dari 23 mm," jelasnya.

Menurutnya bila terjadi ledakan besar, maka akan ada dua cara keluarnya. Yang pertama bisa secara efusif di mana magma akan meleleh dan akan jatuh sebagai aliran lava diikuti oleh awan panas guguran.

"Yang kedua, magma keluarnya seketika secara eksplosif. Kalau begitu kemungkinan awan panas biasanya sudah terbentuk. Jadi apakah itu nanti akan efusif atau eksplosif, itu yang kita tidak tahu," jelasnya.

Suantika mengakui saat ini aliran magma sedang naik terus mengisi ke permukaan. Pihaknya bahkan sudah memperhitungkan batas zona rawan akan diperluas lagi.

"Takutnya ini sudah dangkal, tiba-tiba dentuman yang sangat besar. Dia keluar berbarengan menjadi eksplosif tadi. Impact-nya tadi terlalu jauh, jadi kita terlalu sempit menentukan daerah bahaya," katanya.

Suantika menegaskan, bahwa indikasi meletus dalam hitungan jam sangat kuat. Pasalnya, indikasi letusan dentuman besar eksplosif sudah kuat dan tidak sampai dalam hitungan hari tapi hitungan jam.

Harus diingat biasanya erupsi eksplosif ditandai dentuman besar. "Karena ini sudah erupsi tinggal volume yang besar keluar jadi tinggal hitungan jam ke depan. Indikasi mengarah untuk meletus lebih besar sangat kuat, ini bukan lagi menunggu hitungan hari," tutupnya.

Gunung Agung memuntahkan material pasir dan kerikil. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan material-material itu dimuntahkan saat Gunung Agung meletus sekitar pukul 13.37 WITA.

"Tremor overscale dimulai jam 13.27-an kemudian jam 13.37 Wita meletus, itu letusannya besar," kata Kasbani kepada CNNIndonesia.com, Selasa (28/11).

Kasbani menyampaikan letusan yang terjadi itu merupakan letusan terbesar sejak Gunung Agung pertama kali meletus freatik pada 21 November silam.

Saat letusan itu, lanjut Kasbani, Gunung Agung memuntahkan material berupa pasir dan kerikil yang terpantau jatuh di Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem.

"Lontaran pasir, kerikil jatuh di desa Dukuh, itu kan (jaraknya) sekitar 4-5 kilometer," ucap Kasbani.

Namun, Kasbani menuturkan PVMBG tidak bisa memastikan tinggi letusan yang terjadi. Pasalnya saat terjadi letusan, Gunung Agung sedang tertutup awan.

"Tidak terpantau seluruhnya, tapi ya di atas 4.000 meter," katanya.

Sementara itu, Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Selasa pagi , 28 November 2017 ditutup lagi. Mulai pukul 07.00 WITA, sampai 07.00 WITA Rabu, 29 November 2017. Penutupan itu disampaikan oleh Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau dikenal dengan AirNav Indonesia.

AirNav menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor A4274/17 mengenai perpanjangan penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Erupsi Gunung Agung yang terjadi semalam menutupi ruang udara di atas Bandara I Gusti Ngurah Rai sehingga mempengaruhi keamanan penerbangan. (*)

Sumber: Merdeka.com/CNN Indonesia

 

 

loading...

#

Sebelumnya

Warga Bali diimbau hindari arus sungai

Selanjutnya

Shabu, sanksi dan pilot yang lelah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe