Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Pengurus KONI baru, "jangan pilih kucing dalam karung"
  • Rabu, 29 November 2017 — 01:38
  • 863x views

Pengurus KONI baru, "jangan pilih kucing dalam karung"

“Pengurus KONI kedepan harus betul-betul fokus bekerja di KONI. Jangan jadi pekerjaan sampingan. Karena kita punya pekerjaan besar yakni PON 2020,” tegasnya.
Lukas Enembe (tengah) diapit Gubernur Jawa Barat (kiri) dan Ketua Umum KONI, Tono Suratman (kanan) – Jubi/ist
Jean Bisay
jean@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Rapat Anggota Tahunan sekaligus Musyawarah Provinsi (Musprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua telah berakhir, Jumat (24/11/2017) lalu.

Forum olahraga tertinggi di Papua itu memilih kembali Lukas Enembe sebagai ketua umum masa bhakti 2017-2021. Ini periode kedua, orang nomor satu di Papua itu menahkodai KONI.

Lukas Enembe berpesan, orang-orang yang nantinya duduk dalam kepengurusan lima tahun mendatang, adalah pekerja penuh waktu dan tak memiliki jam kerja di tempat lain.

“Pengurus KONI kedepan harus betul-betul fokus bekerja di KONI. Jangan jadi pekerjaan sampingan. Karena kita punya pekerjaan besar yakni PON 2020,” tegasnya.

Semasa menjabat ketua umum KONI Papua, Lukas mengaku ia tak pernah ikut rapat sebab belum pernah mendapat pemberitahuan. Oleh karena itu, dirinya berharap pengurus yang ditunjuk nanti, harus bisa mengabdi serta bekerja sungguh-sungguh di KONI.

“Wajib menempatkan orang yang profesional dan punya kemampuan. Jangan menempatkan semua orang yang nantinya tidak akan mendapatkan hasil. Apalagi hanya sekedar untuk ambil honor, yang seperi itu tidak perlu dimasukan,” tegasnya.

Berdasarkan data Jubi merujuk kehadiran pengurus KONI Papua, periode sebelumnya. Dari 130 anggota, bisa disimpulkan 70 persen pengurus tidak pernah aktif, tapi tiap bulan lancar terima honor.

Ada pengurus jadikan KONI sebagai tabungan sampingan. Honor dicicil satu tahun baru diambil. Ada oknum pengurus hanya tunjuk batang hidung saat momen-momen tertentu. Misalnya kalau mau PON. Mereka ini muncul hanya untuk cari muka.

Lukas Enembe dibantu Klemen Tinal dan Dance Nere sebagai tim formatur akan memilih pengurus KONI Papua yang baru. Bila sebelumnya lembaga olahraga ini lebih identik dengan representasi orang partai politik.

Alangkah bijak dan santun, bila kali ini mereka yang dipilih adalah benar-benar ahli dan berkompeten dalam bidang olahraga.

Ketua Komisi V DPR Papua, Yan Permenas Mandenas dengan tegas menolak anggota legislator masuk dalam pengurus KONI.

"Anggota DPR Papua tidak perlu lagi terlibat dalam KONI. Kami sudah minta kepada pimpinan, supaya anggota DPR tidak lagi terlibat dalam kepengurusan KONI," tegasnya.

Yuliana, mahasiswa Uncen sependapat dengan Yan Mandenas. Kalau boleh tidak hanya anggota DPRP, pejabat tinggi di Papua, seperti kepala dinas juga tidak perlu masuk pengurus KONI.

“Anggota DPRP atau kepala dinas cukup masuk jadi pengurus cabang olahraga saja. Itu lebih elegan dan bermartabat,” katanya.

Ferdinand Fairyo, mantan atlet sepak bola berpendapat pernyataan tegas Lukas Enembe tentu harus disikapi dengan bijak bahwa, kemarahan gubernur tentu ada sebabnya. Prestasi Papua yang terus merosot, sedangkan pengurus KONI kegemukan, karena over kapacity.

Tentunya tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk pengurus, tapi untuk pencapaian prestasi atlet yang terus menukik tajam ke garis terendah.

Jika ini terus terjadi di Papua, pantaslah gubernur sebagai ketua umum KONI marah besar. Tentunya harus sebanding prestasi yang didapat dengan biaya yang dikeluarkan.

"Kalau perlu revolusi dalam tubuh KONI dengan menghadirkan pemikir-pemikir ilmiah yang jago dibidangnya atau cabor untuk mampu menghentakan olahraga dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) terbaru," akunya.

Nando bilang olahraga tidak lagi berdasarkan pengalaman sebagai atlet atau pelatih jaman dulu, tetapi harus mengikuti zaman modern saat ini yang sudah selangkah maju mengikuti Iptek.

"Contoh, saya dan rombongan PON XIII/1993, tidak bisa membanggakan lagi sejarah tersebut, karena faktor realitas dan kekinian membutuhkan jasa yang lain atau terbaru untuk saat ini," katanya.

Zaman terus berganti, tentunya generasi juga terus berganti. Ingat PON 2020 tinggal 2,5 tahun lagi. Sebagai tuan rumah, Papua tentu mengejar empat sukses. 

Pertama sukses penyelenggara, sukses prestasi, sukses administrasi dan sukses pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Ayo bergandengan tangan KONI Papua. Maju dengan semangat pembaharuan mencapai prestasi yang gilang-gemilang. Kembalikan kejayaan nama besar Papua sebagai gudang atlet berprestasi.

Atlet renang Amerika Serikat, Michael Phelps. Peraih 8 medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 berkata "Jika anda ingin menjadi yang terbaik, anda harus melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan orang lain." (*)

loading...

Sebelumnya

NPC Papua kumpul 13 medali kejurnas Paralimpik 2017

Selanjutnya

Percasi dan Disorda Papua siap gelar turnamen “Christmas Chess”

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe