Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Bupati Ham Pagawak bantah tudingan mahasiswa Mamteng
  • Rabu, 29 November 2017 — 08:10
  • 791x views

Bupati Ham Pagawak bantah tudingan mahasiswa Mamteng

Mahasiswa menduga Ricky telah korupsi dana pendidikan .
Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pelajar Mamberamo Tengah (HMPMT) Kota Studi Jayapura demo di kantor gubernur - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak membantah tudingan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pelajar Mamberamo Tengah (HMPMT) Studi Jayapura. Mahasiswa menduga Ricky telah korupsi dana pendidikan di era kepemimpinannya.

"Tidak benar apa yang dikatakan mahasiswa. Sebab sejak 2013 sampai 2017 dana pendidikan selalu disalurkan bagi mahasiswa yang berada di sejumlah kota studi. Kecuali di Kota Jayapura memang untuk tahun ini kami tidak salurkan," kata Ricky Ham melalui telepon seluler kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (28/11/2017).

Ia menjelaskan, alasan tidak disalurkannya dana beasiswa bagi mahasiswa Mamberamo Tengah (Mamteng), karena sikap para mahasiswa yang dinilai tidak menghargai pemerintah.

"Pemberian bantuan beasiswa sepenuhnya adalah kewenangan pemerintah kabupaten. Untuk tahun ini kami tidak akan memberikan bantuan beasiswa untuk mahasiswa kota studi Jayapura," ujar Dicky menambahkan.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pelajar Mamberamo Tengah (HMPMT) Kota Studi Jayapura mendatangi Kantor Gubernur, mendesak Gubernur Papua segera menerjunkan tim audit anggaran KPK memeriksa Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak dan Kepala Dinas Pendidikan, Amar Pagawak, terkait dana pendidikan tahun anggaran 2013-2017.

Ketua HMPMT, Meki Pugumis dalam orasinya menyampaikan beberapa poin tuntutan diantaranya, menuntut pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah segera mencairkan dana studi akhir tahun 2017.

"Kami mahasiswa juga menyatakan dengan tegas pemerintah Kabupaten Mambramo Tengah dan DPRD Membramo Tengah harus segera membahas dan menetapkan Perda dalam sidang non APBD," kata Meki.

Mahasiswa juga meminta Gubernur Papua segera membentuk tim investigasi guna mengungkap aktor di balik pembunuhan Kepala Kampung Wanelok pada hari Kamis 17 November 2017 di Distrik Kobakma Kabupaten Mamberamo Tengah.

Aksi unjuk rasa yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian ini nyaris ricuh, ketika seratusan massa yang merupakan pendukung Bupati tiba dan hendak menerobos masuk ke arah para pengunjuk rasa, namun dihalau aparat keamanan yang berjaga di pintu gerbang kantor Gubernur. (*)

loading...

Sebelumnya

KNPB ajak publik peringati kemerdekaan 1 Desember

Selanjutnya

Penyelidikan POM Merauke jangan hanya meredam polemik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe