Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator ingin pansus tutup Freeport
  • Rabu, 29 November 2017 — 11:55
  • 2054x views

Legislator ingin pansus tutup Freeport

"Saya secara pribadi sebaiknya tutup Freeport. Ini demi keselamatan Polri, TNI, TPN/OPM, orang asli Papua, non-Papua, karyawan, warga asing yang ada di Freeport dan lainnya. Selama masih ada Freeport, akan tetap ada korban," kata Kadepa, Selasa (28/11/2017).
Ilustrasi demo mahasiswa dan pemuda Papua di halaman kantor DPR Papua yang menuntut Freeport ditutup - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Laurenzus Kadepa mengatakan, ia lebih sependapat jika panitia khusus (pansus) yang dibentuk DPR Papua adalah pansus tutup PT Freeport Indonesia (PTFI), bukan pansus Tembagapura.

Ia mengatakan, pansus tutup PTFI tujuannya jelas hanya satu, menutup tambang emas dan tembaga milik Amerika itu. Kalau pansus Tembagapura, hanya akan melakukan investigasi, mengumpulkan data dan mengkaji semua kejadian di Tembagapura, Kabupaten Mimika belakang ini.

"Saya secara pribadi sebaiknya tutup Freeport. Ini demi keselamatan Polri, TNI, TPN/OPM, orang asli Papua, non-Papua, karyawan, warga asing yang ada di Freeport dan lainnya. Selama masih ada Freeport, akan tetap ada korban," kata Kadepa, Selasa (28/11/2017).

Menurutnya, dengan keberadaan Freeport, sudah banyak anggota Polri dan TNI yang korban ketika melakukan pengamanan di area tambang, banyak orang asli Papua korban, non-Papua juga begitu, bahkan beberapa waga asing ikut menjadi korban.

"Jangan kita pura-pura bodoh, pura-pura tidak tahu kalau karena Freeport banyak korban berjatuhan," ujarnya.

Katanya, para pemangku kepentingan, terutama di Provinsi Papua, jangan selalu bangga dan senang dengan royalti yang diberikan Freeport. Apa yang diberikan Freeport itu tidak sebanding dengan korban yang selama ini berjatuhan dan keuntungan pihak perusahaan, hasil mengeruk 'perut bumi' Papua.

"Saya lebih mendukung petisi tutup FI yang dibuat mahasiswa dan pemuda Papua. Ini bukan masalah politik, tapi demi keselamatan warga di negara ini," katanya.

Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan, pihaknya telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Tembagapura, Kamis (23/11/2017) malam.

Pansus Tembagapura akan turun ke Distrik Tembagapura mencari tahu, mengumpulkan data, dan mengkaji semua kejadian di wilayah itu belakang ini.

"Akan dikaji semua, keadaan dan kondisi di sana. Ini juga terkait apirasi mahasiswa dan pemuda kemarin. Tapi kami lebih pada bagaimana menyelamatkan masyarakat Papua di sana. Kita bicara masalah kemanusiaan. Itu tujuan utama kami," kata Wonda pekan lalu. (*)

loading...

Sebelumnya

ASN pembunuh dosen Uncen diringkus polisi

Selanjutnya

Jadwal sidang APBD Papua 2018 diundur

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6115x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5715x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3806x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe