Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Keindahan air terjun Buper yang belum tersentuh
  • Rabu, 29 November 2017 — 15:45
  • 622x views

Keindahan air terjun Buper yang belum tersentuh

Aliran air yang terjun dari ketinggian dua meter  itu selama ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Waena, Abepura dan sekitarnya untuk mandi, bakar  ayam, maupun  sebagai latar berfoto selfi.
Air terjun Buper, Waena yang sejuk karena berada di bawah pohon-Jubi/david Sobolim
David Sobolim
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi- Air terjun yang berada tepat di belakang kampus Insitut perguruan Tinggi  Negeri (IPTN ) Bumi Perkemahan Waena itu masih alami, meski berada di tengah Kota Jayapura.

Aliran air gemercik  dan masih dingin terasa di pegunungan, mungkin lokasinya tak jauh dari Bumi Perkemahan, membuat warga setempat menyebut air terjun Buper.  Aliran air yang terjun dari ketinggian dua meter  itu selama ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Waena, Abepura dan sekitarnya untuk mandi, bakar  ayam, maupun  sebagai latar berfoto selfi.

“Tempat ini sangat indah dan cocok untuk tempat wisata tetapi yang punya tanah atau pemerintah Kota Jayapura  tidak mengelola  secara baik,”  kata Nelius, seorang warga Waena yang sedang bakar ayam bersama teman-temannya di lokasi air terjun, Rabu (29/11/2017).

Padahal jika dimanfaatkan pasti menghasilkan pemasukan ekonomi. Terbukti banyak masyarakat selalu datang memanfaatkan area air terjun untuk berwisata. “Termasuk bakar ayam seperti ini.  Saya yakin jika dikelola baik pendapatan lumayan karena orang banyak yang datang,” kata Nelius, menambahkan.

Keindahan air terjun itu mulai dikenal publik saat ditampilkan di media sosial sebagai ajang selfi warga Jayapura.

Arnol seorang alumni kampus asal Jawa  yang kebetulan berkunjung di lokasi air terjun Buper, mengatakan lokasi air terjun itu sangat baik.  “Nuansa alaminya masih terasa,” kata Arnol.

Menurut dia, kondisi sungai di Jayapura, termausk air terjun  Buper masih alami, sangat jauh dibanding sungai di Jawa yang sudah tercemar.

“Namun di Jawa kreatif, kondisi sungai yang kurang bagus ditata sehingga punya nilai jual,” kata Arnol.

Ia yakin jika air terjun itu dikelola dengan tambahan fasilitas seperti kafe akan sangat laku dikunjungi orang. Menurut Arnol air terjun Buper sebenarnya digunakan untuk suplai kebutuhan mandi Bumi Perkemahan dan dimanfaatkan masyarakat setempat.

Konon air terjun itu jarang didatangi publik, karena kondisinya dekat dengan hutan.  Namun pada tahun 2014 masyarakat mulai berani masuk ke hutan ini dan ke air terjun.  

Tak hanya dikunjungi, keberadaan aliran sungai yang masih alami itu banyak dimanfaatkan oleh para fotografer di Kota Jayapura sebagai obyek  pemotretan.

“Termasuk untuk pre wedding pasangan yang hendak mearyakan pernikahan,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tak hanya perempuan dan anak, KDRT juga menimpa pria

Selanjutnya

Noken dinilai sebagai simbol dan identitas orang Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe